Siswa Yang Tidak Ada Orang Tua Berhak Dapat Kesehatan, Kenapa Tiem Menghalangi Ikut Sosialisasi DBD Di SDN 204 Palembang

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Palembang– Program sosialisasi DBD umumnya merupakan inisiatif pemerintah melalui Dinas Kesehatan/Puskesmas atau pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi.

Sangat disayangkan program yang diselenggarakan di SD Negeri 204 Palembang, Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, hanya boleh di ikuti oleh siswa yang ada orang tuanya saja, sementara siswa yang tidak ada orang tua tidak boleh ikut.

Padahal fokus kegiatan tersebut adalah edukasi 3M Plus, pemberdayaan siswa sebagai kader jumantik, dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kriteria peserta umumnya inklusif, tidak terbatas hanya pada siswa dengan orang tua, karena bertujuan untuk edukasi massal.

 Saat awak media mengambil kegiatan sosialisasi DBD di SD Negeri 204 tersebut, awak media sempat dihalangi oleh Ketua tiem penyelenggara kegiatan dr. Wulan.

dr. Wulan juga mengatakan, bahwa kegiatan tersebut hanya boleh di ikuti oleh siswa yang ada orang tua nya saja.

“Kegiatan ini hanya boleh di ikuti oleh orang tua siswa saja, siswa yang tidak ada orang tua tidak boleh ikut, kecuali ada keterangan dari pengadilan terkait keterangan orang tua siswa,” katanya kepada awak media. Kamis (05/02/2026)

Ia juga menyebutkan, bahwa mereka tiem dari dari salah satu universitas di Provinsi Sumsel,”Kami dari Unsri,” ucapnya.

Diwaktu yang berbeda, Verawati Koordinator Forum Koalisi Pers (FKP) Kota Palembang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan tentang gejala, pencegahan DBD, dan membentuk kader jumantik cilik di sekolah.

“Kegiatan tersebut tidak ada batasan, umumnya seluruh siswa berhak mendapatkan kesehatan, bukan hanya siswa yang hanya memiliki orang tua saja. Fokus utamanya adalah edukasi aktif mengenai pemberantasan sarang nyamuk,” jelasnya.

Jika ada program yang membatasi peserta lanjut Vera, kemungkinan itu merupakan program spesifik atau pengabdian masyarakat dengan target kelompok tertentu saja.

“Secara umum, sosialisasi kesehatan masyarakat terbuka bagi peserta didik,” pungkasnya.

Pewarta : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Komisioner KI Sumsel Hibza Meiridha Badar Resmi Jadi Advokat Peradi
Jalin Komunikasi, Polda Sumsel Buka Ruang Dialog Bersama Genk Remaja
BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia–Palembang, Dua DPO Di Buru
Chairul S Matdiah : Fasilitas Gubernur untuk Kinerja, Bukan Pemborosan Anggaran
Simulasi Legislasi hingga Kepala Daerah, Program Remaja Bernegara Resmi Digelar di Sumsel
Diduga Pelaku Pencuri Burung Terekam CCTV, Sarnubi Geram Akan Tempuh Jalur Hukum
Kuasa Hukum: Klien Kami Legowo, Pembongkaran Demi Tertib Kota
Kandidat Perempuan Satu Satunya “INKINDO” Ir.Ice Trisnawati, SE., ST., MT

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:51 WIB

Eks Komisioner KI Sumsel Hibza Meiridha Badar Resmi Jadi Advokat Peradi

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Jalin Komunikasi, Polda Sumsel Buka Ruang Dialog Bersama Genk Remaja

Rabu, 22 April 2026 - 16:47 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia–Palembang, Dua DPO Di Buru

Sabtu, 18 April 2026 - 22:42 WIB

Chairul S Matdiah : Fasilitas Gubernur untuk Kinerja, Bukan Pemborosan Anggaran

Kamis, 16 April 2026 - 16:44 WIB

Simulasi Legislasi hingga Kepala Daerah, Program Remaja Bernegara Resmi Digelar di Sumsel

Berita Terbaru