Awal 2026, Proyek Puskesmas Sibanggor Jae Belum Rampung: Jadwal Terlewati, Pengawasan Dipertanyakan

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Mandailing Natal, ~ Memasuki hari pertama tahun 2026, pekerjaan Pengembangan atau Renovasi Puskesmas Sibanggor Jae di Kabupaten Mandailing Natal masih terlihat berlangsung di lapangan. Padahal, berdasarkan papan proyek, jadwal pelaksanaan seharusnya berakhir pada (25/12/2025).

Pantauan Tim Redaksi menunjukkan bahwa sejumlah pekerja masih melakukan aktivitas konstruksi pada beberapa bagian bangunan yang belum rampung. Fakta ini mengindikasikan bahwa target waktu kontrak belum terpenuhi sebagaimana perencanaan awal.

Ketika dimintai keterangan mengenai progres pekerjaan, para pekerja di lokasi memilih tidak memberikan tanggapan. Mereka tampak enggan menjawab pertanyaan dan menghindari interaksi dengan awak media.

Keterlambatan ini menambah sorotan publik, mengingat proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp5,08 miliar hingga Rp5,1 miliar. Proyek ini berkaitan langsung dengan fasilitas layanan kesehatan yang menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.

Selain persoalan jadwal, metode kerja di lapangan juga memunculkan tanda tanya. Hingga mendekati akhir masa pelaksanaan, masih ditemukan penggunaan mixer molen dalam pekerjaan pengecoran.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai kesesuaian metode kerja dengan dokumen kontrak serta spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Standar mutu beton menjadi perhatian penting, mengingat bangunan fasilitas kesehatan menuntut kekuatan dan ketahanan jangka panjang.

Sorotan kian menguat dengan minimnya kehadiran konsultan pengawas di lokasi proyek. Lemahnya pengawasan teknis dikhawatirkan berdampak pada kualitas pekerjaan dan berpotensi menimbulkan risiko struktural di kemudian hari.

Sejumlah pihak mendorong agar dilakukan audit menyeluruh, baik secara teknis maupun administrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak adanya potensi kerugian keuangan negara serta menjamin mutu bangunan sesuai standar fasilitas kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pihak kontraktor, maupun konsultan pengawas belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pekerjaan, dugaan penyimpangan jadwal, maupun kesesuaian spesifikasi teknis proyek tersebut.

Tim Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.

Pewarta : Magrifatulloh

Editor     : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.
Dugaan Oknum PNS Dinas KB Lingga Bayu Terlibat PETI dan Penampungan Emas Disorot
20 Siswa Di Madina Tumbang, Dilarikan Ke Puskesmas
Misteri Kematian Anak Di Siabu, Kepala SMPN 3 Siabu Enggan Klarifikasi Status Satpam
Rp1,03 Miliar Revitalisasi SDN 018 Lumban Pinasa Disorot, Komisi I Tegaskan Tak Boleh Dialihkan Ke Pihak Ketiga
Bendahara SATMA AMPI Madina Desak Bupati Periksa Kades Dan BPD Muara Batang Angkola, Dugaan Pengutipan 5 Persen Peti Harus Diusut
SATMA AMPI Madina Soroti Dugaan Keterlibatan Kades Rantopanjang dalam PETI: Satgas Jangan Hanya Rapat Dan Susun Rencana
Program Revitalisasi SDN 018 LP, Redaksi Media Online Serahkan Surat Konfirmasi Kepada Ketua Komisi 1 DPRD Mandailing Natal

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:55 WIB

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Selasa, 15 September 2026 - 08:44 WIB

Dugaan Oknum PNS Dinas KB Lingga Bayu Terlibat PETI dan Penampungan Emas Disorot

Kamis, 10 September 2026 - 13:33 WIB

20 Siswa Di Madina Tumbang, Dilarikan Ke Puskesmas

Jumat, 4 September 2026 - 17:17 WIB

Misteri Kematian Anak Di Siabu, Kepala SMPN 3 Siabu Enggan Klarifikasi Status Satpam

Kamis, 3 September 2026 - 14:28 WIB

Rp1,03 Miliar Revitalisasi SDN 018 Lumban Pinasa Disorot, Komisi I Tegaskan Tak Boleh Dialihkan Ke Pihak Ketiga

Berita Terbaru

Mandailing Natal

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:55 WIB