Duduga Oknum TNI-Polri Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Mafia Peti

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Mandailing Natal – Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, mengecam keras dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik tambang emas ilegal (PETI) yang semakin brutal dan tak terkendali diwilayah Mandailing Natal.

Berdasarkan informasi dan laporan yang berkembang di masyarakat, praktik PETI dengan menggunakan alat berat telah menghancurkan ekosistem sungai serta merusak kawasan hutan secara masif, khususnya di wilayah Lingga Bayu, Siabu, Batang Natal, hingga Kotanopan.

Lebih memprihatinkan, muncul dugaan kuat bahwa aktivitas ilegal ini tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat “Perlindungan” dari oknum aparat, baik dari institusi TNI maupun Polri. Dugaan adanya pembagian wilayah beking tambang semakin mempertegas bahwa praktik ini telah terorganisir dan sistematis.

“Kami menilai ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi sudah masuk kategori kejahatan lingkungan yang diduga dilindungi oleh kekuatan oknum aparat. Ini penghinaan terhadap negara dan pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Muhammad Saleh.

SATMA AMPI Madina juga menyoroti bahwa penindakan yang selama ini dilakukan terkesan setengah hati. Oknum yang diduga terlibat hanya dipindahkan tanpa proses hukum yang transparan, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

“Kami tidak butuh sekadar mutasi. Kami butuh penegakan hukum yang tegas dan terbuka. Siapapun yang terlibat harus diproses, tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

Atas dasar itu, SATMA AMPI Mandailing Natal menyampaikan tuntutan tegas:

1.Mendesak Mabes Polri untuk turun langsung mengusut dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam praktik PETI di Madina.

2.Meminta Denpom dan Pangdam I/Bukit Barisan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum TNI.

3.Menuntut penutupan total aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di seluruh wilayah Mandailing Natal.

4Mendesak penegakan hukum terhadap para pemodal (bohir) dan mafia tambang yang selama ini diduga kebal hukum.

5.Meminta perlindungan terhadap wartawan dan masyarakat yang berani mengungkap praktik ilegal ini.

“Kami ingatkan, jika aparat negara justru menjadi pelindung kejahatan, maka kepercayaan publik akan runtuh. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang. Jika ini terus dibiarkan, kami akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dan melakukan aksi terbuka,” tutup Muhammad Saleh.

Pewarta : Magrifatullah

Editor     : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Bekingi Tambang Ilegal Di Madina Seret Oknum TNI dan Polisi, Aktivis Desak Mabes Polri hingga Denpom Turun Tangan
Dugaan Praktik Penjualan Token Listrik Di Pasar Baru Panyabungan Disorot, Pengawasan Inspektorat Dipertanyakan
Jalan Desa Barbaran Disorot, Proyek DD 2024 Diduga Berdiri Di Lahan Sengketa, Anggaran 2025 Ikut Dipertanyakan
Terkuak! Surat Pengelola Pasar Pakai Kop Dinas, Dugaan Lemahnya Pengawasan Dinas Perdagangan Madina 
Musdes Hutabangun Disorot, Warga Kritik Pengumuman Mendadak Dan Minim Transparansi Desa
Aksi KMI di Kejagung RI Tekan Penegak Hukum, Desak Usut Dugaan Pungli “Uang Keamanan” Mandailing Natal
Camat Bukit Malintang Akan Panggil Kades Hutabangun Jae, Sorotan Publik Soal Transparansi Desa Jadi Perhatian Serius
GM GRIB Jaya Madina Kritik Keras: Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:22 WIB

Duduga Oknum TNI-Polri Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Mafia Peti

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:04 WIB

Dugaan Bekingi Tambang Ilegal Di Madina Seret Oknum TNI dan Polisi, Aktivis Desak Mabes Polri hingga Denpom Turun Tangan

Senin, 27 April 2026 - 19:25 WIB

Dugaan Praktik Penjualan Token Listrik Di Pasar Baru Panyabungan Disorot, Pengawasan Inspektorat Dipertanyakan

Senin, 27 April 2026 - 10:09 WIB

Jalan Desa Barbaran Disorot, Proyek DD 2024 Diduga Berdiri Di Lahan Sengketa, Anggaran 2025 Ikut Dipertanyakan

Sabtu, 25 April 2026 - 17:49 WIB

Terkuak! Surat Pengelola Pasar Pakai Kop Dinas, Dugaan Lemahnya Pengawasan Dinas Perdagangan Madina 

Berita Terbaru