Teror Mafia Tambang “Pwg” Hantui Jurnalis Dan Aktivis Di Madina

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, MANDAILING NATAL – Aksi premanisme, arogansi, intimidasi dan ancaman kekerasan kini mengancam kebebasan pers serta gerakan aktivis mahasiswa pro lingkungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Baru baru ini, seorang jurnalis bernama Magrifatullah dan seorang aktivis mahasiswa Ridwandi dilaporkan mengalami intimidasi pesan serta teror gital yang berpotensi kepada ancaman fisik, yang diduga kuat digerakkan oleh oknum suruhan mafia tambang Emas Tanpa Izin (PETI) berinisial “Pwg” di wilayah Kotanopan.

Teror ini ditengarai sengaja dilakukan untuk membungkam tugas jurnalistik dalam pemberitaan investigasi dan menyuarakan dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI Kotanopan yang kian masif.

Magrifatullah kepada para rekan pers di Panyabungan (28/07/2026) menguraikan kronologi singkat, pada hari Jumat yang lewat (24/07), seseorang OTK (Orang Tak diKenal) yang mengaku disuruh atas perintah pengusaha tambang ‘Pwg” bersama oknum TNI inisial B menghubungi sang jurnalis, bersikeras untuk mengajak bisa jumpa di salah satu cafe di wilayah lintas barat Panyabungan sekitar pukul 16.00 WIB. Magrifat pun memilih tidak hadir dan menolak tawaran untuk berjumpa lewat kontak fisik karna sedari awal dia mulai curiga terkait motif pertemuan tersebut.

Puncaknya pada dini hari tadi (28/07/2026) pukul 02.00 WIB dirinya mendapatkan pesan dari OTK orang yang sama berbunyi: “so ra do ho pasuo i, tai syukur ma deges rasokimu sugari habis doho i” (Biar mau kau jumpa dengan kita Untunglah masih bagus rezekimu gak jadi datang kau pada hari itu. Kalau kau datang pasti kau habis).

Pesan bernada ancaman verbal dan teror fisik dengan menyatakan “pasti kau habis”, tutur Magrifat merupakan trik kampungan untuk menakut-nakuti tugas jurnalistik yang getol dia lakukan dalam memberitakan sejumlah temuan, hasil investigasi, advokasi terkait PETI Kotanopan. Magrifat juga mengaku sering dihubungi oleh pengusaha tambang Pwg lewat nomor yang biasa dia gunakan, 0852 *****017 namun Magrifat tetap enggan untuk menerima panggilan yang bersangkutan karna merasa tidak terlalu urgen.

Hal senada, aktivis mahasiswa Ridwandi Nasution juga mengaku pernah dihubungi langsung oleh seseorang bernama Pwg. Dalam komunikasi via telpon WhatsApp, pengusaha tambang illegal tersebut langsung marah-marah tak jelas dan mengajak bertemu untuk “duel” sampai mati.

Namun moment mengejutkan tersebut, Ridwandi tidak sempat untuk merekam pembicaran sebagai bentuk alat bukti.

“Sikap pamer arogansi, teror fisik, intimidasi yang diperagakan oleh Pwg yang merasa kebal hukum selama ini, bukti bahwa dia telah panik lalu ambil jurus mabuk. Atau diduga kuat akibat pengaruh mengkonsumsi bius narkoba makanya dia ikut sempoyongan” tawa Ridwandi yang juga Direktur Eksekutif The Madina Green Institute (TMGI) ini.

Ridwandi menyatakan, teror yang menghantui aktivitas para aktivis dan jurnalis ini adalah upaya nyata untuk membungkam demokrasi dan kebebasan pers. Tindakan teror dan premanisme yang dilakukan oleh kelompok mafia tambang bertujuan untuk menciptakan rasa takut agar kasus perusakan alam di Kotanopan tidak lagi mencuat ke publik.

Ridwandi menyatakan, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat termasuk praktisi hukum, kini tengah mempelajari dan rencana persiapan langkah hukum serta meminta perlindungan ketat dari aparat penegak hukum demi keselamatan jiwa mereka.
(RC/Tim).

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi Kotanopan. Kampung Para Tokoh Besar yang Dilecehkan Mafia Tambang Ilegal
Terlibat PETI Kotanopan, Bupati Madina Didesak Segera Copot Kades Singengu Julu
Pasok Eskavator Baru Di PETI Kotanopan, Cukong “PW” Dinilai Kangkangi Instruksi Kapolri. Mana Taji Kapolres Madina?
Pertanyaan Publik Belum Terjawab: Ada Apa Dengan Penanganan Dugaan Kasus Desa Simpang Koje?
Diduga Catut Nama Pemprov Sumut Soal PETI Kotanopan, Kades Singengu Julu Kembali “Bungkam”
Ketua Komisi IV DPRD Madina Buka Suara Soal Sengketa Informasi Desa, Salman Desak PMD Dan Inspektorat Bergerak
Sekjen SATMA AMPI Madina Antar Dumas Ke DENPOM I/BB, Desak Bongkar Dugaan Beking Tambang Emas Ilegal Di Madina
PTUN Medan Ancam Eksekusi Kades Malintang Jae, Sengketa Informasi Publik Mandailing Natal Memanas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:47 WIB

Teror Mafia Tambang “Pwg” Hantui Jurnalis Dan Aktivis Di Madina

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ironi Kotanopan. Kampung Para Tokoh Besar yang Dilecehkan Mafia Tambang Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:41 WIB

Terlibat PETI Kotanopan, Bupati Madina Didesak Segera Copot Kades Singengu Julu

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:48 WIB

Pasok Eskavator Baru Di PETI Kotanopan, Cukong “PW” Dinilai Kangkangi Instruksi Kapolri. Mana Taji Kapolres Madina?

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:16 WIB

Pertanyaan Publik Belum Terjawab: Ada Apa Dengan Penanganan Dugaan Kasus Desa Simpang Koje?

Berita Terbaru

Kabupaten Bekasi

Hari Pertama Pendaftaran Pilkades Karang Bahagia Tampak Lenggang

Selasa, 28 Jul 2026 - 19:45 WIB