RADARCenter, Palembang– Direktur Utama (Dirut) PT. Pengamanan Anak Bangsa sekaligus pendiri Sekolah Gratis SMA PAB, H. Jamakudin, S.H mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik balik untuk kembali kepada kesucian diri sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Menurutnya, Idul Fitri memiliki makna mendalam bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.
“Idul Fitri berasal dari kata ‘fitri’ yang berarti kembali suci. Setelah satu bulan kita berpuasa, menahan diri, memperbanyak ibadah seperti tarawih, witir, dan tahajud, hari ini menjadi puncak kemenangan sekaligus momentum untuk kembali bersih,” ujar Jamakudin. Minggu (22/03/2026)
Ia menekankan bahwa Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antarsesama.
“Ini momen paling indah untuk membuka hati, saling memaafkan, baik kepada orang tua, keluarga, sahabat, maupun rekan. Bisa jadi selama ini ada kesalahan, baik ucapan maupun tindakan, dan hari inilah saatnya kita memperbaikinya,” tambahnya.
Tak hanya menyoroti aspek spiritual, Jamakudin juga menegaskan pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengaku rutin menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang, terutama selama bulan Ramadhan.
“Berbagi sudah menjadi kebiasaan saya, khususnya setiap Jumat dan selama Ramadan. Menjelang Lebaran, saya juga membagikan beras, sembako, dan sedikit rezeki untuk meringankan beban masyarakat di sekitar,” katanya.
Di sisi lain, Jamakudin turut memaparkan perkembangan PT. Pengamanan Anak Bangsa yang dipimpinnya. Saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki lebih dari 700 personel yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Palembang, Lampung, Jakarta, hingga Kalimantan.
Ia berpesan kepada seluruh anggota untuk selalu mengedepankan sikap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas.
“Security harus ramah, mengedepankan senyum, sapa, dan sopan santun. Jangan arogan. Kita ingin menciptakan pengamanan yang humanis dan diterima masyarakat,” tegasnya.
Menariknya, PT. Pengamanan Anak Bangsa juga membuka peluang kerja tanpa biaya bagi masyarakat. Jamakudin menegaskan bahwa pihaknya tidak memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen.
“Kami membuka lapangan pekerjaan tanpa biaya. Yang penting mereka punya kemauan bekerja, disiplin, dan memenuhi syarat dasar seperti pendidikan minimal SMA,” jelasnya.
Lebih jauh, kepeduliannya terhadap dunia pendidikan diwujudkan melalui pendirian Sekolah Gratis SMA Pendidikan Anak Bangsa (PAB). Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan hingga lulus.
“Sekolah ini saya dirikan karena pengalaman pribadi. Dulu saya hidup susah, dibesarkan oleh ibu yang berjualan. Sekarang, jika ada rezeki, saya ingin membantu anak-anak yang ingin sekolah tapi terkendala biaya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan di SMA PAB digratiskan, mulai dari pendaftaran, SPP, hingga uang pembangunan.
“Semua gratis sampai tamat. Syaratnya hanya memiliki ijazah SMP. Kami sudah siapkan sekitar 20 ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar,” katanya.
Jamakudin juga menyebut bahwa pembangunan sekolah tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadi tanpa bantuan pemerintah.
“Semua saya bangun dengan dana sendiri, termasuk gaji guru. Ini bentuk komitmen saya untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan sekolah gratis ini dapat menjadi solusi bagi orang tua yang kesulitan membiayai pendidikan anaknya, sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, banyak orang tua yang berterima kasih karena anaknya bisa sekolah tanpa biaya. Semoga apa yang kami lakukan ini terus bermanfaat,” tutupnya.
Pewarta : Yuli
Editor : Yopi




















