Suara Warisan yang Tertindas, POSE RI Angkat Kasus Sengketa Tanah Hotel MaxOne

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Palembang  – Suasana panas terasa di halaman Hotel MaxOne, Jumat siang (03/10/2025).

Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga POSE RI bersama Media Partner POSE RI berkumpul, menyuarakan ketidakadilan yang menurut mereka sudah terlalu lama menimpa ahli waris M. Saleh.

Bukan sekadar unjuk rasa, bagi mereka aksi ini adalah jeritan hati keluarga yang merasa tanah warisan orang tua mereka dirampas begitu saja.

Di atas tanah seluas 550 meter persegi itu kini berdiri sebuah hotel megah, yang setiap hari ramai menerima tamu, menghasilkan keuntungan, sementara ahli warisnya justru tak bisa menikmati hak mereka.

“Ini bukan hanya soal hukum, ini tentang keadilan bagi ahli waris yang sudah terlalu lama dirugikan,” tegas Koordinator Eksekutif Aksi, Desri Nago, SH, yang juga Ketua Umum POSE RI dan Serikat Masyarakat Sumsel.

POSE RI menuding adanya dugaan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata.

Mereka menilai, penguasaan lahan dan pembangunan hotel dilakukan secara sepihak tanpa dasar hak yang sah oleh Veronica Wijaya dan Hendri alias Hendri Palcomtech, selaku pemilik MaxOne Hotel.

Dalam aksinya, POSE RI menyampaikan enam tuntutan utama: mulai dari pengosongan lahan, penghentian aktivitas, ganti rugi, hingga pembongkaran bangunan yang berdiri di atas tanah ahli waris M. Saleh.

Suara Warisan yang Tertindas, POSE RI Angkat Kasus Sengketa Tanah Hotel MaxOne 2025

Bagi keluarga ahli waris, lahan itu bukan sekadar tanah. Ia adalah warisan yang penuh kenangan, tempat tumbuhnya harapan dan bagian dari sejarah keluarga.

Namun kini, mereka hanya bisa menyaksikan bangunan menjulang di atas tanah itu, sementara hak mereka seolah terhapus.

POSE RI berjanji tidak akan berhenti bersuara hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kami akan terus mendesak, karena hak rakyat kecil tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan segelintir orang,” ujar Desri Nago lantang.

Aksi di depan Hotel MaxOne ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang perjuangan para ahli waris mencari keadilan.

Di balik keramaian kota, kisah mereka menjadi pengingat bahwa konflik pertanahan bukan sekadar sengketa lahan, tetapi juga pertarungan nasib dan martabat manusia. (*Adi)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosialisasi Dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum
Dugaan Pasokan HSD Liar PT.OKI PULP Dan PAPER MILLS Guncang Publik
Akibat Angin Kencang Pohon Besar Tumbang, Menimpa Mobil Toyota Rush
Pastikan Penggunaan Senjata Api Sesuai Prosedur, Bidpropam Polda Sumsel Lakukan Penertiban Dan Pengecekan Senpi Di Polres Ogan Ilir
Polda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu, 87 Tersangka Dijerat Dari Penindakan Di 182 Lokasi
Keluarga Besar Dinas Pendidikan Ogan Ilir Lepas Kepergian Sayadi Di Momen Purnabakti
Roadshow Sosialisasi Kepemimpinan Dan Kewirausahaan Karang Taruna 2026 Digelar Di Tanjung Raja
BAZNAS Kota Palembang Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026 “Bersatu dalam Keberagaman, Berkarya untuk Negeri” ​

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:29 WIB

Sosialisasi Dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum

Selasa, 3 November 2026 - 06:09 WIB

Dugaan Pasokan HSD Liar PT.OKI PULP Dan PAPER MILLS Guncang Publik

Senin, 2 November 2026 - 15:50 WIB

Akibat Angin Kencang Pohon Besar Tumbang, Menimpa Mobil Toyota Rush

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pastikan Penggunaan Senjata Api Sesuai Prosedur, Bidpropam Polda Sumsel Lakukan Penertiban Dan Pengecekan Senpi Di Polres Ogan Ilir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Polda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu, 87 Tersangka Dijerat Dari Penindakan Di 182 Lokasi

Berita Terbaru