RADARCenter, Ogan Ilir– Petugas kebersihan di Pasar Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, keluhkan tidak adanya bantuan dari dinas terkait seperti sapu dan gerobak pengangkut sampah. Demi untuk kelancaran bekerja, dengan terpaksa harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeli sapu dan memperbaiki gerobak sampah yang rusak.
Secara prinsip, petugas kebersihan membeli sapu dan memperbaiki gerobak sampah menggunakan uang pribadi tidak dibenarkan jika dilihat dari sudut pandang hak pekerja dan kewajiban pemberi kerja (pemerintah/ perusahaan).
Namun, dalam realitas lapangan, hal ini sering terjadi sebagai bentuk inisiatif atau keterpaksaan. Alat kerja seperti sapu, gerobak, seragam adalah tanggung jawab instansi atau pemberi kerja untuk menyediakannya.
Pengadaan barang untuk fasilitas umum seharusnya mengikuti standar anggaran (APBD/APBN) dan aturan pengadaan barang/ jasa. Petugas kebersihan sering kali mendahulukan kinerja agar kebersihan tetap terjaga, daripada menunggu perbaikan resmi yang lama dan kadang juga petugas kebersihan merasa takut ditegur karena tidak bekerja maksimal, sehingga memilih membeli sapu sendiri serta melakukan perbaikan sendiri apa bila gerobak sampah rusak.
Tindakan tersebut patut diapresiasi dari sisi dedikasi kerja, namun secara aturan ketenagakerjaan dan manajemen kebersihan, itu tidak dibenarkan. Pemberi kerja harus menyediakan sarana prasarana agar petugas tidak terbebani secara finansial.
Menurut sumber yang dapat awak media ini menyebutkan, bahwa telah beberapa tahun ini fasilitas untuk kebersihan di Tanjung Raja tidak pernah didapat.
“Telah beberapa tahun kami bekerja sebagai petugas kebersihan ini, belum pernah kami mendapatkan bantuan sapu dan gerobak untuk pengangkut sampah, gerobak yang ada inilah yang kami manfaatkan. Kalau rusak dan Bannya bocor, kami memperbaiki sendiri, dan ban bocor kami juga menampal pakai uang sendiri, sapu lidi kami membeli sendiri,” katanya yang enggan namanya dicantumkan didalam pemberitaan.
Ia menjelaskan, pengadaan sapu lidi dan gerobak pengangkut sampai sangatlah penting sebagai penunjang kinerja untuk menjaga kebersihan lingkungan diwilayah yang ditugaskan.
Guna mencari solusi terbaik, awak media telah beberapa kali mendatangi kantor Dinas lingkungan hidup ( DLH ) Kabupaten Ogan Ilir, untuk menghadap Kepala Dinas. Tapi tidak pernah bertemu.
Dihubungi melalui pesan singkat Whatsaap, Kepala Dinas DLH Kabupaten Ogan Ilir menyangkal hal tersebut.
“Terkait apa yang di katakan petugas kebersihan perihal sapu dan perbaikan gerobak pengangkut sampah ada semua, kalau stok di kantor banyak,” sebutnya.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi




















