Rumah Tahfidz Al-Hidayah Jadi Pusat Pembinaan Al-Qur’an Di Desa Tanjung Tambak Baru

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Ogan Ilir– Desa Tanjung Tambak Baru di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Propinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan dampak positif dalam pengembangan pendidikan keagamaan di tingkat desa. Salah satu buktinya terlihat dari aktivitas Rumah Tahfidz Al-Hidayah, sebuah lembaga pembinaan Al-Qur’an yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan kini menjadi pusat belajar bagi puluhan anak dan remaja.

Rumah Tahfidz berdiri di tengah lingkungan pedesaan yang masih asri, rumah Tahfidz Al-Hidayah mengandalkan mushola kecil yang sekaligus berfungsi sebagai ruang belajar.

Meskipun fasilitasnya sederhana, ruang tersebut dilengkapi rak mushaf, papan tulis, meja kecil, alat tulis, hingga perangkat hadroh, menandakan bahwa geliat pembelajaran di tempat ini tidak hanya fokus pada tahfidz, tetapi juga penguatan syiar dan seni islami.

Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan adanya 45 santri aktif yang terdiri dari 25 perempuan dan 20 laki-laki, dengan rentang usia anak-anak hingga remaja.

Proses pembelajaran dipandu oleh enam ustadz dan ustadzah, sebagian besar merupakan penduduk setempat yang secara sukarela meluangkan waktu untuk membimbing santri. Aktivitas belajar berlangsung setiap sore dan malam hari setelah salat Magrib, menyesuaikan dengan ritme kehidupan masyarakat desa.

Metode pembelajaran Al-Qur’an yang digunakan mencakup talaqqi, tahsin, hafalan, dan murojaah, dengan sistem evaluasi berupa setoran hafalan dan penilaian bacaan mingguan.

Dari pengamatan lapangan, kualitas bacaan santri tampak mengalami peningkatan signifikan, begitu pula jumlah hafalan yang terus bertambah. Keaktifan masyarakat dalam mendukung kegiatan ini juga makin terlihat, menjadikan Al-Hidayah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kebersamaan.

Rumah Tahfidz ini tidak berdiri sendiri. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga para donatur yang membantu kebutuhan operasional.

Orang tua santri serta para pemuda desa juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan kegiatan ini. Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan tetap menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan saat ini.

Namun demikian, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa lembaga ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fasilitas belajar yang terbatas, ketersediaan sarana yang belum memadai, serta perlunya peningkatan kompetensi ustadz/ustadzah menjadi beberapa catatan utama.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski kegiatan berjalan baik, penguatan kualitas pembelajaran tetap diperlukan agar Rumah Tahfidz Al-Hidayah dapat berkembang lebih optimal.

Selain itu, dinamika sosial ekonomi masyarakat juga memberi pengaruh terhadap penyelenggaraan kegiatan. Sebagian besar orang tua santri bekerja sebagai petani karet atau tukang bangunan, sehingga kemampuan mereka dalam mendukung pembiayaan operasional lembaga relatif terbatas.

Meski begitu, semangat gotong-royong yang kuat menjadi modal sosial penting yang terus menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Secara umum, keberadaan Rumah Tahfidz Al-Hidayah telah memberikan dampak positif jangka pendek maupun jangka panjang bagi masyarakat. Anak-anak menjadi lebih terarah dalam kegiatan sehari-hari, kualitas bacaan Al-Qur’an masyarakat meningkat, dan masyarakat semakin aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan desa.

Dalam jangka panjang, lembaga ini berpotensi menjadi pusat pemberdayaan yang memainkan peran besar dalam mencetak generasi Qur’ani di wilayah pedesaan.

Hasil observasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan pendidikan nonformal tidak hanya ditopang oleh sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat yang tulus.

Tantangan yang ada perlu ditangani melalui program pembelajaran yang lebih terstruktur, peningkatan kompetensi pengajar, serta dukungan lintas pihak. Dengan langkah yang tepat, Rumah Tahfidz Al-Hidayah berpeluang menjadi model pengembangan pendidikan berbasis masyarakat yang berhasil di kawasan pedesaan Kabupaten Ogan Ilir.

Sumber : Ahmad Rifky Mahasiswa UNSRI

Pewarta : Emi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Didik Kelas 1 Dan II SD Belum Paham Konsekuensi, Ortu Adalah Mitra Guru Dalam Mendidik Anak
Sosialisasi Dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum
Dugaan Pasokan HSD Liar PT.OKI PULP Dan PAPER MILLS Guncang Publik
Akibat Angin Kencang Pohon Besar Tumbang, Menimpa Mobil Toyota Rush
Pastikan Penggunaan Senjata Api Sesuai Prosedur, Bidpropam Polda Sumsel Lakukan Penertiban Dan Pengecekan Senpi Di Polres Ogan Ilir
Polda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu, 87 Tersangka Dijerat Dari Penindakan Di 182 Lokasi
Keluarga Besar Dinas Pendidikan Ogan Ilir Lepas Kepergian Sayadi Di Momen Purnabakti
Roadshow Sosialisasi Kepemimpinan Dan Kewirausahaan Karang Taruna 2026 Digelar Di Tanjung Raja

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:35 WIB

Anak Didik Kelas 1 Dan II SD Belum Paham Konsekuensi, Ortu Adalah Mitra Guru Dalam Mendidik Anak

Selasa, 3 November 2026 - 12:29 WIB

Sosialisasi Dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum

Senin, 2 November 2026 - 15:50 WIB

Akibat Angin Kencang Pohon Besar Tumbang, Menimpa Mobil Toyota Rush

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pastikan Penggunaan Senjata Api Sesuai Prosedur, Bidpropam Polda Sumsel Lakukan Penertiban Dan Pengecekan Senpi Di Polres Ogan Ilir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Polda Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu, 87 Tersangka Dijerat Dari Penindakan Di 182 Lokasi

Berita Terbaru