Sejarah Asal Usul Lubuk Raman Di Wilayah Kabupaten Muara Enim, Desa Bersejarah Berusia 461 Tahun

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Sumatera Selatan —
Desa Lubuk Raman berada diwilayah Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan desa bersejarah. Pada tahun 2026 ini Desa Lubuk Raman telah berusia 461 tahun.

Dikutip dari Blogger.com, http://emelapriandes.Blogspot.com. Nama “Lubuk Raman” berasal dari kata ‘lubuk’ (sungai dalam/lebar) dan ‘raman’ (pohon gandaria), yang merupakan penyatuan empat desa historis yakni:

1. Tanjung Beringin
2. Tanjung Pauh
3. Tanjung Kuriung dan
4. Tanjung Bulan.

Sejarah Desa Lubuk Raman, dari keterangan tua-tua desa, cikal bakal Desa Lubuk Raman berasal dari Hulu Rambang (Muara Jelawatan) dimana terdapat 4 buah desa yaitu:

1. Tanjung Ringgit
2. Tanjung Paoh
3. Tanjung Kurung
4. Tanjung Bulan (sekarang menjadi Lubuk Raman)

Dari Muara Jelawatan pindah ke Puyang Tanah Putih yang dibawa oleh Nelike 4 (Nelike Saba, Nelike Sabe, Nelike Paga, Nelike Pago), Puyang Siak, Puyang Ikor, dan Puyang Cik Irang.

Salah satu Nelike 4, yaitu Nelike Saba  mempunyai 4 Orang anak yakni:

1. Puyang Pati Bang Setegal
2. Puyang Pati Begune
3. Puyang Pati Repati
4. Puyang Pati Meraje Sakti

Yang dikenal dengan Puyang 4 Pulang ke Rambang. Selanjutnya keempat Puyang ini memindahkan Desa dari Puyang tanah Putih ke Berenai Tinggi (Reban Kucing).

Kemudian pindah ke Lubuk Bandung due (senilie) yang saat ini terletak di hilir Jerambah Kasih Dewa. Lalu pindah ke Senepai (Sekitar SDN 1 Lubuk Raman).

Lalu pindah lagi ke Geredu (Daerah Rumah Maspin), ketika disini sebagian penduduk membuat susukan ke arah Tebing Beringin (tengah Dusun sekarang).

Kemudian dengan meminta bantuan Malim Siak  dari Lematang untuk melakukan tenung memakai patung orang-orangan terbuat dari timah yang ditanam di tengah Balai Desa Sekarang.

Setelah dilakukan Tenung sampai tiga kali Malim Siak  mengatakan “bahwa Tempat ini boleh dijadikan Desa”.

Dari hasil tenungan tersebut para penduduk menjadikan Desa dengan nama Lubuk Raman, karena pada saat itu penduduk membuat pengkalan Dusun (Tempat Mandi) di Lubuk Sungai Buluh  di hulu Jerambah tengah dusun sekarang, yang didekatnya terdapat batang Haman.

 Jadi, Desa Lubuk raman berasal dari kata “Lubuk” dan “Raman”. Lubuk  berarti bagian sungai yang lebar dan dalam, sedangkan Raman adalah sejenis pohon asam yang besar dan rindang.

Di awal pendirian desa terdapat ± 30 buah rumah dan satu balai serta terdiri dari 4 Tumbang Panjang (Puyang Pati Bang Setegal), Tumbang Batean (Puyang Repati), Tumbang TepejamI (Puyang Meraje Sakti), dan Tumbang Kemenduran ( PuyangPati Begune).

Sehingga di Desa Lubuk Raman terdapat Julukan Tumbang Empat Penjurai Empat.  Disamping 4 puyang tersebut ada 3 puyang lain yakni:

1. Puyang Raje
2. Puyang Alam Merdike dan
3. Puyang Rie Maje. Puyang

Raje adalah anak angkat dari Puyang Pati Repati. Sedangkan Puyang Alam Merdike dan Puyang Rie Maje adalah Puyang yang berasal dari Kasih Dewa yang tidak ikut pindah saat Kasih Dewa pindah dari Kasih Dewa Buruk ke tempat beradanya saat ini.

SUSUNAN KERIE (KADES)

1.   Rie Banting
2.   Gemanti
3.   Gemalun
4.   Kenitan
5.   Turip
6.   Megat
7.   Jenaim(dapat bintang)
8.   Singkur
9.   Manjat
10. Riajap
11. Dulasik
12. Jenurin(Pjs)
13. Senarip
14. Dulasik
15. Burniat
16. Ani
17. Dulalim
18. Dulalip
19. Agus Selan (Pejabat)
20. Kamaludin (Pejabat)
21. Kamaludin (Kades 1984 – 1992)
22. Tomi Irawan (Pjs 1992 – 1994)
23. Yamni HS (Kades 1994 – 2002)
24. Tomi Irawan (Kades 2002 – 2007)
25. Bastoni, BS.c (Kades 2007 – 2014)
26. Bastoni, BS.c (Kades 2014 – 2021)
27. Hengkri Triansyah, A.Md (Kades 2021 — 2027)

Lubuk Raman adalah sebuah desa yang dibelah oleh Jalan Lintas Sumatera, jaraknya yang hanya 18 Km dari Kota Prabumulih, 66 Km dari Muara Enim (ibukota kabupaten) dan 110 Km dari Kota Palembang.

Desa ini adalah tempat yang strategis baik secara ekonomi maupun sosial. Sebagian besar penduduknya adalah petani karet dan sebagian kecil adalah pegawai negeri, pedagang dan karyawan swasta. Luas desa ini sekitar 25,5 Km2 (data Pemkab Muara Enim tahun 2006).

Desa Lubuk Raman dikelilingi dan dibelah oleh sungai-sungai kecil (ayek buloh, batangahi limau, batangahi bernai, dan sungai-sungai kecil lain).

Hampir 85% (prediksi) penduduk desa ini adalah warga asli yang lahir dan dibesarkan disini, sedangkan sisanya adalah pendatang yang bekerja di sekitar desa ini atau pendatang karena ikatan perkawinan.

Secara geografis desa ini terletak —LU—LS—. Kontur tanah yang rata sangat menguntungkan daerah ini, terutama dalam mengembangkan pertanian seperti karet, kelapa sawit dll.

Semasa Bastoni menjabat sekitar kepala Desa beberapa tahun lalu. Desa ini termasuk dalam marga Rambang Niru (yang termasuk juga Tebat Agung, Kasih Dewa, Jemenang dan desa-desa lain disekitarnya). Dari segi linguistik, bahasa Lubuk Raman relatif sama dengan bahasa yang digunakan marga Rambang lainnya.

Tetapi setiap desa mempunyai perbedaan sendiri-sendiri, baik itu dari logat ataupun penekanan pada kata tertentu (Orang rambang bisa membedakan asal desa seseorang dari logatnya meskipun terdengar persis sama).

Sejarah Desa Lubuk Raman ini dikutip kembali bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak anak muda, putra-putri asli Lubuk Raman akan sejarah tanah kelahiran tercinta.

Kontributor: Yopi Lubrex

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ir. H. Mawardi Yahya Salah Satu Tokoh Pelopor Sejarah Terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir
Skandal KUR Fiktif Rugikan Negara 11,4 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru, Oknum ASN Pemkab Ogan Ilir Di Tahan
Simulasi Legislasi hingga Kepala Daerah, Program Remaja Bernegara Resmi Digelar di Sumsel
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Muba, Herman Deru Minta Aktivitas Ditertibkan
Polda Sumsel Kawal Pemulangan 14 Warga Palembang Korban Dugaan TPPO Dari Kamboja
Operasi 10 Menit, Polisi Bekuk 5 Tersangka Sabu Di Camp Perkebunan Musi Rawas
Terkait Penganiayaan Dan Intimidasi 3 Wartawan Di Bangka, Ini Kata Pimpinan Redaksi RADARCenter.info!
Disetujui Gubernur, Syafaruddin Segera Dilantik sebagai Sekda Definitif Musi Banyuasin

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:28 WIB

Sejarah Asal Usul Lubuk Raman Di Wilayah Kabupaten Muara Enim, Desa Bersejarah Berusia 461 Tahun

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:36 WIB

Ir. H. Mawardi Yahya Salah Satu Tokoh Pelopor Sejarah Terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:40 WIB

Skandal KUR Fiktif Rugikan Negara 11,4 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru, Oknum ASN Pemkab Ogan Ilir Di Tahan

Kamis, 16 April 2026 - 16:44 WIB

Simulasi Legislasi hingga Kepala Daerah, Program Remaja Bernegara Resmi Digelar di Sumsel

Jumat, 3 April 2026 - 22:20 WIB

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Muba, Herman Deru Minta Aktivitas Ditertibkan

Berita Terbaru