RADARCenter, Palembang (05/05/2026)– Kisah hidup sebuah Keluarga yang sangat memprihatinkan, Sairil yang akrab disapa Ewel dulunya dikenal sebagai pria pekerja yang berprofesi sebagai kernet angkot taxi mobil kuning. Berdomisili di Jalnn Ki Marogan Lorong Masuji, Rt.18 RW.04, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumsel.
Setiap hari ia berangkat pagi-pagi sekali dan baru pulang saat malam tiba, berjuang mengais rezeki dengan keringat dan tenaga sendiri demi mencukupi kebutuhan istri serta anak-anaknya dan merupakan tulang punggung keluarga.
Namun kini takdir berkata lain, musibah datang tanpa diduga, ia tiba-tiba terserang gejala kelumpuhan yang membuat seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan sama sekali.
Kini hari-harinya hanya dihabiskan dengan terbaring diam di atas kasur, tak mampu berbuat apa-apa selain menahan rasa sakit yang menyiksa dan perasaan bersalah yang mendalam.
Ia harus menyaksikan sendiri beban yang selama ini dipikulnya kini sepenuhnya beralih ke pundak istrinya. Wanita yang dulunya hanya mengurus rumah tangga, kini harus berjuang dua kali lipat lebih berat.
Ia tak memilah jenis pekerjaan apa pun, apa saja yang bisa mendatangkan sedikit penghasilan akan dijalani, sekalipun berat dan melelahkan. Di sela-sela waktunya yang sangat sempit,
ia juga tetap merawat suaminya dengan penuh kasih sayang, memandikan, menyuapi makan, dan menemani di saat hati suaminya merasa sedih dan putus asa.
Kondisi ini membuat keadaan ekonomi keluarga semakin terpuruk. Biaya pengobatan, perawatan, dan kebutuhan sehari-hari menjadi beban yang semakin berat untuk dipikul sendirian.
“Mereka sudah berusaha semampu yang dimiliki, namun kekuatan dan kemampuan mereka sudah sampai pada batasnya. Keluarga ini kini sangat membutuhkan uluran tangan dan kebaikan hati sesama,” kata Yanto salah seorang warga setempat.
Yanto menuturkan bahwa bantuan apa pun, sekecil apa pun nilainya, akan sangat berarti bagi mereka. Bukan hanya sekadar materi, tetapi juga menjadi penyejuk hati dan bukti bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi penderitaan ini.
“Bagi siapa saja yang ingin berbagi kebaikan dan meringankan beban mereka, bisa datang langsung ke kediaman Ewel di alamat yang telah disebutkan. Semoga setiap kebaikan yang diberikan akan dibalas dengan kebahagiaan dan kemudahan hidup yang berlipat ganda,” pungkasnya.
Pewarta : Sar
Editor : Yopi




















