Haul ke-125 Kiai Marogan, Herman Deru Dorong Napak Tilas Sungai Musi Jadi Ikon Wisata Religi Sumsel

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Palembang — Peringatan Haul Kiai Marogan ke-125 berlangsung khidmat dan semarak di Palembang, Minggu (11/1/2026).

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru secara resmi melepas ratusan jemaah dari Masjid Lawang Kidul untuk mengikuti rangkaian kegiatan haul yang dirangkaikan dengan napak tilas perjalanan dakwah Kiai Marogan menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan di kawasan Kertapati.

Napak tilas ini menjadi simbol penghormatan atas perjuangan Kiai Marogan, ulama besar Sumatera Selatan yang dikenal menyebarkan ajaran Islam dengan penuh kearifan melalui jalur perairan Sungai Musi.

Menggunakan kapal tongkang, ketek, dan perahu, para jemaah menapaki kembali jejak dakwah sang ulama yang dahulu menggunakan sampan kayu sebagai sarana syiar Islam.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa Haul Kiai Marogan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum refleksi sejarah dan spiritual atas peran ulama dalam membangun peradaban Islam yang damai dan berakhlak mulia.

“Napak tilas ini tidak hanya mengenang sejarah, tetapi menghidupkan kembali semangat dakwah Kiai Marogan yang penuh keteladanan. Ke depan, kegiatan ini akan kita jadikan agenda wisata religi tahunan,” ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan haul Kiai Marogan sebagai agenda rutin daerah agar nilai-nilai dakwah, persatuan, toleransi, dan kedamaian yang diajarkan Kiai Marogan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Menurut Herman Deru, kerukunan umat dan kedamaian sosial tidak hadir secara instan, melainkan merupakan hasil perjuangan panjang para ulama yang menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang menyejukkan dan merangkul semua lapisan masyarakat.

“Kiai Marogan mengajarkan persatuan dan toleransi. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita rawat dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan yang majemuk,” tegasnya.

Selain nilai spiritual, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi yang memiliki peran penting dalam sejarah dakwah Islam di Sumatera Selatan. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan nilai keislaman.

“Kebersihan Sungai Musi adalah tanggung jawab kita bersama. Sungai ini bukan hanya jalur transportasi, tetapi juga saksi sejarah perjuangan dakwah Islam,” katanya.

Herman Deru juga meminta keterlibatan aktif para zuriat atau keturunan Kiai Marogan dalam setiap pelaksanaan haul dan pengembangan wisata religi, agar substansi dan nilai dakwah sang ulama tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Kiai Marogan ke-125 yang juga Kepala Pelaksana Masjid Kiai Marogan, Ismail, menyampaikan bahwa antusiasme jemaah tahun ini meningkat signifikan. Ribuan jemaah hadir dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, bahkan di luar Palembang.

“Haul tahun ini diharapkan menjadi agenda wisata religi tahunan Sumatera Selatan yang mampu menarik minat wisatawan religi,” ujarnya.

Ismail menjelaskan, puncak haul diisi dengan pembacaan Arba’in, Surah Al-Fatihah, Yasin, serta tahlil. Rangkaian kegiatan diawali dari Masjid Lawang Kidul dan dilanjutkan dengan perjalanan air menuju Masjid Kiai Marogan sebagai simbol napak tilas dakwah.

Penggunaan perahu dalam jumlah besar menjadi ciri khas haul tahun ini, terinspirasi dari metode dakwah Kiai Marogan yang menyusuri Sungai Musi menggunakan sampan kayu.

“Ini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan sekaligus daya tarik wisata religi Palembang,” jelas Ismail.

Ia menambahkan, keteladanan Kiai Marogan juga tercermin dalam nilai sedekah dan kepedulian sosial, seperti menyantuni anak yatim dan mengutamakan kemaslahatan umat, yang patut terus diteladani oleh generasi penerus.

Ke depan, panitia merencanakan penggunaan hingga 1.000 perahu untuk mengiringi jemaah pada haul berikutnya, seiring dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang.

Rangkaian Haul Kiai Marogan ke-125 ditutup dengan dzikir bersama yang diikuti Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, para ulama, serta ribuan jemaah, sambil menyeberangi Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan. (*Adi(

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Pemerasan Dana Pendidikan APBN Di Banyuasin, Dua PPPK Diamankan
Dapur Indonesia Cerdas SPPG OI Tanjung Raja 1 Gelar Cek Kesehatan Seluruh Relawan
BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi
Pemkab Muba Dan PPSDM Minerba Cetak Operator Excavator Tersertifikasi, 15 Peserta Akan Dipilih
Dapat Dana Banpres Rp 15 Miliar, Pemkab Ogan Ilir Tegaskan All Out Tanggulangi Karhutla
Edi Rahmat: 340 Kejadian Karhutla Dapat Dikendalikan, Hasil Sinergi Petugas dan Dukungan Masyarakat Ogan Ilir
Rumah Warga Dibobol, Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Bergerak dan Bekuk Dua Pelaku
Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon Di Lapas Pagar Alam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:46 WIB

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Pemerasan Dana Pendidikan APBN Di Banyuasin, Dua PPPK Diamankan

Jumat, 18 September 2026 - 13:34 WIB

Dapur Indonesia Cerdas SPPG OI Tanjung Raja 1 Gelar Cek Kesehatan Seluruh Relawan

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIB

BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi

Kamis, 17 September 2026 - 14:04 WIB

Pemkab Muba Dan PPSDM Minerba Cetak Operator Excavator Tersertifikasi, 15 Peserta Akan Dipilih

Rabu, 16 September 2026 - 20:20 WIB

Dapat Dana Banpres Rp 15 Miliar, Pemkab Ogan Ilir Tegaskan All Out Tanggulangi Karhutla

Berita Terbaru

Mandailing Natal

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:55 WIB