Proyek Puskesmas Sibanggor Jae Disorot: Target Molor, Alat Tak Sesuai Lelang, K3 Terabaikan

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Mandailing Natal, ~ Proyek pembangunan Puskesmas Sibanggor Jae kembali menjadi perhatian publik. Indikasi keterlambatan penyelesaian pekerjaan disertai dugaan ketidaksesuaian alat kerja dan pengabaian keselamatan tenaga kerja mencuat dari hasil pantauan lapangan.

Sorotan tersebut menguat setelah keterangan salah seorang operator alat molen, Hermansyah Lubis, yang ditemui di lokasi proyek pada Kamis, 25 Desember 2025. Ia menyampaikan bahwa selama proses pengecoran, pekerjaan dilakukan menggunakan mixer molen konvensional.

“Selama pengerjaan selalu pakai mixer molen. Kalau tidak pakai molen, kerjaan agak lambat, makanya dipakai supaya cepat,” ujar Hermansyah.

Padahal, berdasarkan dokumen persyaratan lelang proyek, alat utama yang seharusnya digunakan adalah self loading concrete mixer. Peralatan ini dirancang untuk menjamin presisi takaran, mutu beton, serta efisiensi waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Penggunaan molen manual tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan pelaksana terhadap spesifikasi teknis kontrak yang telah ditetapkan sejak awal. Apalagi, keterlambatan waktu penyelesaian proyek terlihat jelas di lapangan.

Hermansyah mengaku dirinya baru bekerja sekitar dua minggu di proyek tersebut. Ia menyatakan tidak mengetahui proses pekerjaan pada tahap awal, termasuk pengecoran lantai maupun struktur bangunan sebelumnya.

“Saya di sini baru dua minggu. Kalau soal lantai, saya tidak paham dan tidak bisa komentar karena saya tidak tahu,” katanya.

Saat ditanya mengenai keberadaan kepala tukang dan konsultan pengawas, Hermansyah mengaku tidak pernah berinteraksi dengan keduanya. Ia menyebut pengawasan harian hanya dilakukan oleh mandor.

“Kalau kepala tukang saya tidak tahu, konsultan pengawas juga tidak tahu. Yang saya tahu mandor kami selalu pantau setiap hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hermansyah juga mengungkapkan kebingungannya terkait jadwal penyelesaian proyek sebagaimana tercantum pada papan informasi. Ia menyebutkan masa pelaksanaan berakhir pada 25 Desember 2025, sementara pekerjaan masih berlangsung pada tanggal tersebut.

“Selesai pengerjaan sampai tanggal 25 Desember 2025. Ini sudah tanggal 25, tapi masih kerja. Saya juga tidak mengerti,” ujarnya sambil menunjuk papan proyek.

Selain persoalan waktu dan alat, aspek keselamatan kerja juga menjadi sorotan serius. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan dan sepatu kerja, mengindikasikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diduga diabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi terkait keterlambatan pekerjaan, penggunaan alat yang diduga tidak sesuai persyaratan lelang, serta lemahnya penerapan standar keselamatan kerja.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan proyek serta komitmen pelaksana dalam menjalankan kontrak yang bersumber dari anggaran negara secara transparan dan bertanggung jawab.

Pewarta : Magrifatulloh)

Editor      : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Panggorengan Akui Ada Ulat Di Ompreng MBG Siswa, Pengawasan Program Makan Gratis Madina Dipertanyakan
Dinilai Merosot, Kamad MTs GUPPI Malintang Diduga Jarang Hadir Dan Layak Diganti.
Video MBG Berulat di Mandailing Natal Viral, Publik Soroti Pengawasan Dapur SPPG Panggorengan
Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing Kuat. Apakah negara kalah? 
Duduga Oknum TNI-Polri Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Mafia Peti
Dugaan Bekingi Tambang Ilegal Di Madina Seret Oknum TNI dan Polisi, Aktivis Desak Mabes Polri hingga Denpom Turun Tangan
Dugaan Praktik Penjualan Token Listrik Di Pasar Baru Panyabungan Disorot, Pengawasan Inspektorat Dipertanyakan
Jalan Desa Barbaran Disorot, Proyek DD 2024 Diduga Berdiri Di Lahan Sengketa, Anggaran 2025 Ikut Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:52 WIB

SPPG Panggorengan Akui Ada Ulat Di Ompreng MBG Siswa, Pengawasan Program Makan Gratis Madina Dipertanyakan

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:50 WIB

Dinilai Merosot, Kamad MTs GUPPI Malintang Diduga Jarang Hadir Dan Layak Diganti.

Senin, 4 Mei 2026 - 20:45 WIB

Video MBG Berulat di Mandailing Natal Viral, Publik Soroti Pengawasan Dapur SPPG Panggorengan

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Mafia Tambang Emas Madina Dapat Backing Kuat. Apakah negara kalah? 

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:22 WIB

Duduga Oknum TNI-Polri Beking Tambang Ilegal, Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Mafia Peti

Berita Terbaru