SATMA AMPI Madina: PETI ‘Puddin’ Tak Berperikemanusiaan, Jalan Usaha Tani Warga Jadi Korban

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCemter, Mandailing Natal (16/12/ 2025)– Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga kuat dikendalikan oleh seorang pelaku bernama “Puddin” kembali menuai kecaman. Kegiatan ilegal tersebut dilaporkan telah merusak jalan usaha tani milik masyarakat di Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, serta tetap beroperasi di tengah kondisi bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Jalan usaha tani yang menjadi akses vital masyarakat untuk pertanian kini mengalami kerusakan parah akibat lalu lalang alat berat dan kendaraan pengangkut material tambang. Kondisi ini sangat merugikan petani dan memperparah penderitaan warga yang saat ini sedang berjuang menghadapi dampak bencana alam.

Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa aktivitas PETI tersebut merupakan bentuk kejahatan lingkungan yang tidak bisa ditoleransi.

“Kami mengecam keras aktivitas PETI yang dilakukan oleh Puddin. Di saat masyarakat sedang tertimpa bencana, justru masih ada oknum yang mementingkan keuntungan pribadi dengan merusak lingkungan dan fasilitas umum seperti jalan usaha tani,” tegas Muhammad Saleh.

Ia juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap pelaku PETI yang terkesan kebal hukum dan terus beroperasi tanpa rasa takut, meski dampak kerusakan sudah nyata dirasakan masyarakat.

“SATMA AMPI Madina mendesak aparat penegak hukum, baik Polres Madina maupun Polda Sumatera Utara, untuk segera menghentikan aktivitas PETI ini dan menindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tambahnya.

SATMA AMPI Mandailing Natal menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan melakukan langkah lanjutan, termasuk pelaporan resmi dan aksi unjuk rasa, apabila tidak ada tindakan nyata dari aparat berwenang.

Kerusakan lingkungan, infrastruktur desa, serta penderitaan masyarakat akibat PETI harus menjadi perhatian serius semua pihak demi keselamatan dan masa depan Mandailing Natal.

Pewarta : Magrifatulloh.

Editor     : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai SOP, MBG Gunakan Air Sungai Untuk Bahan Pangan
Dana Desa Mandailing Natal Menggantung: Pengakuan Fiktif Ada, Dana Dikembalikan, LHP Inspektorat Tak Jelas
Dinas Perkim Ajukan Program Bedah Rumah Bagi Warga Kurang Mampu Di Mandailing Natal
Aliansi Gabungan Ormas Dan Ormawa Mendesak Kejaksaan Madina Periksa Kabid Diknas Pendidikan
Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Mendesak BPN dan Pemkab Madina Bertindak Tegas Atas HGU PT. Rendi Permata Raya
PMKS PT Palmaris Raya Diduga Cemari Lingkungan, SATMA AMPI Madina Harap Kapolres Baru Bertindak Tegas
PETI Diduga Seret Nama Oknum Kades, Bendahara SATMA AMPI Madina Desak Kapolres Baru Turun Tangan
Sengketa Informasi Desa Malintang Jae Berlanjut, Kepala Desa Tolak Mediasi Di Komisi Informasi

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:35 WIB

Dana Desa Mandailing Natal Menggantung: Pengakuan Fiktif Ada, Dana Dikembalikan, LHP Inspektorat Tak Jelas

Senin, 2 Februari 2026 - 23:20 WIB

Dinas Perkim Ajukan Program Bedah Rumah Bagi Warga Kurang Mampu Di Mandailing Natal

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:53 WIB

Aliansi Gabungan Ormas Dan Ormawa Mendesak Kejaksaan Madina Periksa Kabid Diknas Pendidikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:31 WIB

Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Mendesak BPN dan Pemkab Madina Bertindak Tegas Atas HGU PT. Rendi Permata Raya

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:04 WIB

PMKS PT Palmaris Raya Diduga Cemari Lingkungan, SATMA AMPI Madina Harap Kapolres Baru Bertindak Tegas

Berita Terbaru