Jembatan penghubung Desa Lubuk Segonang OI Nyaris Putus, Laporan Kades Tak Kunjung Di Tindak Lanjuti

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, OGAN ILIR (15/05/2026)– Ancang Ancang akan dilakukan pembangunan jembatan cor beton, kondisi jembatan penghubung yang berada di Desa Lubuk Segonang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, kini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

Jembatan yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 4,5 meter tersebut mengalami kerusakan pada bagian pondasi penahan jembatan, itu terjadi karena disebabkan debit air sungai yang cukup deras.

Selain itu, titik kritis yang sangat dikhawatirkan warga adalah dibagian sambungan antara ujung jembatan dengan bibir jalan desa. Tanah penahan sudah terkikis membentuk belahan yang cukup besar, bagian pinggir jalan tersebut longsor dan ambruk dibawa arus air, mengakibatkan badan jembatan nyaris terpisah dari bibir jalan penyangga jembatan.

Jembatan tersebut merupakan akses vital warga yang menghubungkan 5 desa diwilayah Kecamatan Kandis, 5 desa tersebut yakni Desa Lubuk Segonang, Desa Lubuk Rukam, Desa Muara Kumbang, Desa Tanjung Alai, Desa Kumbang Ulu dan Desa Kumbang Ilir.

Jika sampai bagian sambungan jembatan tersebut putus, maka dapat di pastikan aktifitas warga sehari hari menjadi lumpuh total dan ribuan warga akan terisolir sama seperti musibah yang menimpa jembatan di desa tetangga sebelumnya.

Berdasarkan Informasi yang didapat awak media, kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan tersebut sudah dilaporkan jauh jauh hari kepada Camat Kandis. Berharap agar kondisi tersebut segera mendapat perhatian dan tindakan cepat. Namun hingga sampai kini belum ada tanggapan dan tindak lanjutnya terkait laporan tersebut, baik dari pihak Kecamatan maupun dari Dinas Instansi terkait.

“Dari laporan kami kepada Pak Camat Kandis, sampai sekarang belum ada peninjauan sama sekali terkait laporan tentang kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan itu,” kata Tobroni Kepala Desa Segonang melalui pesan singkat Whatsaap.

Diakui Tobroni bahwa kondisi jembatan tersebut pada tahun 2025 telah disurvei oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

“Kondisi jembatan ini sudah pernah ditinjau lansung dan di survei oleh tim dari BNPB Pusat, peninjauan dan survei itu dilakukan pada tahun 2025 yang lalu, saat kejadian longsor dan kerusakan yang pertama kali, dan kondisi kerusakan pada saat itu sudah ditangani dan diperbaiki kembali,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, kondisi kerusakan jembatan terbaru yang sangat memprihatinkan dan terancam putus tersebut. sejauh ini belum ada peninjauan ulang yang datang menyurvei, dan belum ada tindakan penanganan baik dari pihak dinas terkait yang ada di Ogan Ilir maupun dari pemerintah pusat.

“Kerusakan jembatan sekarang ini hanya pondasi tanah penahannya saja yang tergerus, tiang‑tiang jembatan kondisinya masih dalam keadaan utuh. Tapi yang sangat kami takutkan sekarang ini, bukan jembatannya yang roboh, tapi bagian sambungan dari bahu jalan masuk ke jembatan, yang bakal ambruk dan putus.Itu disebabkan karena tanahnya sudah kosong tidak ada penahan. Kalau sampai itu putus, sama saja kami tidak bisa lewat,” ungkapnya.

Selaku pemerintah desa Lubuk Segonang, Ia sangat berharap agar kondisi jembatan tersebut segera ditindak lanjuti sebelum betul betul terjadi putus.

“Kami berharap bapak Bupati Ogan Ilir, Dinas PUPR Ogan Ilir dan Dinas instansi terkait dapat segera turun ke lokasi dan meninjau langsung kondisi jembatan saat ini, supaya dapat dicarikan solusi untuk di lakukan perkuatan darurat pada bagian sambungan jalan tersebut. Jangan sampai terjadi putus dan roboh, kalau jembatan itu sampai putus, akses warga menjadi lumpuh total seperti desa tetangga yang berbulan‑bulan terputus aksesnya,” ucapnya dengan penuh harap.

Hingga kini, warga terus memantau kondisi air sungai yang masih berpotensi naik. Mereka berharap aspirasi ini segera didengar agar musibah keruntuhan dapat dicegah.

Pewarta : Emi

Editor     : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Indonesia ASRI, Program Belida Polda Sumsel, Perbaikan Jalan Di Ogan Ilir
Seperti Kebal Hukum, Diduga Oknum Kades AY Lakukan Pengerusakan Dan Pengancaman
Dinilai Lamban, Kinerja Inspektorat Muara Enim Patut Dipertanyakan
Ormas PPP Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Kantor Pemkab, Bupati Muba Sambut Langsung Ratusan Massa
Operasi Pasar Murah Ogan Ilir Sambut Idul Adha 1447 H, Beras Dijual Hanya Rp35.000 Per 5 Kg
Diduga SPBU 24.306.184 Layani Pengisian BBM Jenis Solar Ke Tandon Berskala Besar
Sejarah Asal Usul Lubuk Raman Di Wilayah Kabupaten Muara Enim, Desa Bersejarah Berusia 461 Tahun
Dana Desa 2026, Desa Pinang Nibung Bangun 12 Unit Sumur Bor Dibagi 2 Tahap, Kini Tahap I Sedang Dalam Pengerjaan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:56 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, Program Belida Polda Sumsel, Perbaikan Jalan Di Ogan Ilir

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:10 WIB

Jembatan penghubung Desa Lubuk Segonang OI Nyaris Putus, Laporan Kades Tak Kunjung Di Tindak Lanjuti

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:28 WIB

Dinilai Lamban, Kinerja Inspektorat Muara Enim Patut Dipertanyakan

Senin, 11 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ormas PPP Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Kantor Pemkab, Bupati Muba Sambut Langsung Ratusan Massa

Senin, 11 Mei 2026 - 16:12 WIB

Operasi Pasar Murah Ogan Ilir Sambut Idul Adha 1447 H, Beras Dijual Hanya Rp35.000 Per 5 Kg

Berita Terbaru