Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad Turun ke Masyarakat, Perkuat Sinergi Pentahelix Cegah Karhutla Di Sumatera

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, PALEMBANG (02/09/2026)– Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat pencegahan Karhutla melalui edukasi masyarakat, deteksi dini, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen terkait.

Penyuluhan dilaksanakan secara tersebar oleh Pasis Dikreg LXVIII Seskoad di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung, sebagai implementasi Perintah Panglima TNI dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di lingkungan TNI Angkatan Darat, upaya tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) agar jajaran TNI AD terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan di wilayah, termasuk melalui penguatan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, dan sinergi seluruh komponen dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Sebelum turun ke lapangan, para Pasis Seskoad mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Materi yang diberikan meliputi pengenalan segitiga api, faktor penyebab kebakaran, dampak Karhutla, sistem penanggulangan terpadu, deteksi dini, mekanisme pelaporan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

Berbekal pembekalan tersebut, Pasis kemudian hadir langsung di tengah masyarakat di wilayah Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung untuk memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran bahwa mencegah Karhutla jauh lebih efektif dibandingkan menangani kebakaran setelah api meluas.

Masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka maupun mengelola lahan dengan cara membakar, termasuk dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas sosial dan perekonomian. Warga juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Di Sumatera Selatan, kegiatan dipusatkan di wilayah Palembang. Selain memberikan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat di Kelurahan Bukit Baru, Pasis Seskoad juga melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan Kodim Palembang, Polresta Palembang, dan Kejaksaan Negeri Palembang.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergitas TNI bersama unsur Forkopimda dan stakeholder terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla. Pasis memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi wilayah, potensi kerawanan, mekanisme deteksi dan pelaporan dini, pola koordinasi antarinstansi, kesiapan penanganan di lapangan, hingga aspek penegakan hukum terhadap aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pendekatan serupa juga dilaksanakan Pasis Seskoad di Riau dan Lampung, dengan mengedepankan komunikasi bersama unsur kewilayahan serta edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun sistem pencegahan Karhutla yang semakin kuat dari tingkat bawah.

Dalam pelaksanaannya, penyuluhan dikemas secara edukatif, komunikatif, dan interaktif. Pasis tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengar kondisi dan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Komunikasi dua arah tersebut menjadi penting karena masyarakat merupakan salah satu unsur terdepan dalam deteksi dan peringatan dini Karhutla. Informasi yang cepat dari masyarakat mengenai munculnya titik api dapat menjadi faktor penentu agar tindakan penanganan segera dilakukan sebelum kebakaran berkembang dan meluas.

Karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian hingga kehidupan sosial. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh komponen secara terpadu dan berkelanjutan.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Kejaksaan, BPBD, instansi lingkungan hidup, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang efektif.

Setiap unsur memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari edukasi dan pencegahan, pemetaan wilayah rawan, patroli dan deteksi dini, kecepatan pertukaran informasi, kesiapan personel dan sarana, penanganan titik api, hingga penegakan hukum.

Bagi Pasis Dikreg LXVIII Seskoad, keterlibatan langsung dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan calon pemimpin TNI AD yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis dan konseptual, tetapi mampu memahami persoalan nyata di wilayah serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai komponen bangsa.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran TNI dalam menghadapi Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting untuk menekan potensi Karhutla sejak sebelum munculnya titik api.

Melalui pelaksanaan penyuluhan secara tersebar di Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad turut membawa pesan penting kepada masyarakat bahwa menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama.

Sejalan dengan Perintah Panglima TNI dan arahan Kasad, TNI AD terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, aparat penegak hukum, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat guna mendukung kebijakan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Dengan kolaborasi yang kuat, deteksi yang semakin dini, serta masyarakat yang semakin sadar dan peduli terhadap lingkungannya, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Melalui edukasi dan aksi nyata di tengah masyarakat, Pasis Seskoad Dikreg LXVIII menegaskan semangat TNI AD untuk selalu hadir bersama rakyat. Sebab, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tentang mencegah api, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat, melindungi lingkungan, serta memastikan masa depan generasi berikutnya tetap terjaga. (RC/Levi Panglima)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pikar Palar Sosialisasi Bersama Warga Rw 06, Bersihkan Drainase Tersumbat
Saat Mandi Di Sungai Musi Dua Bocah SD Tenggelam Belum Ditemukan, Tim SAR Masih Melakukan Pencarian
Pertemuan Sidang Gugatan Warga Kenten Terhadap PDAM Tirta Betuah Ke-3 Masih Tahap Mediasi
Tak Terima Adanya Dugaan Pemilihan Rt Baru, Ketua RT 53 Buat Laporan Ke SPKT Polda Sumsel,
HUT RI Ke-81, DPC Partai Demokrat Kota Palembang Menggelar Lomba Rakyat
Masa Jabatan Diklaim Belum Berakhir, Pemilihan Ketua RT 53 Dipersoalkan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim Dan JPU Tidak Netral, Sebut Persidangan Berjalan Objektif
Masa Jabatan Belum Berakhir, Warga RT 53 Bukit Sangkal Pertanyakan Rencana Pemilihan Ketua RT Baru

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:18 WIB

Perwira Siswa Dikreg LXVIII Seskoad Turun ke Masyarakat, Perkuat Sinergi Pentahelix Cegah Karhutla Di Sumatera

Selasa, 1 September 2026 - 13:14 WIB

Pikar Palar Sosialisasi Bersama Warga Rw 06, Bersihkan Drainase Tersumbat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Saat Mandi Di Sungai Musi Dua Bocah SD Tenggelam Belum Ditemukan, Tim SAR Masih Melakukan Pencarian

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Pertemuan Sidang Gugatan Warga Kenten Terhadap PDAM Tirta Betuah Ke-3 Masih Tahap Mediasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Tak Terima Adanya Dugaan Pemilihan Rt Baru, Ketua RT 53 Buat Laporan Ke SPKT Polda Sumsel,

Berita Terbaru