Observasi Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Cemerlang, Peternakan Sapi Di Desa Panca Mulya Banyuasin.

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Banyuasin– Pemberdayaan masyarakat sejati tidak harus dimulai dari program besar atau proyek pemerintah. Justru, perubahan paling nyata sering lahir dari inisiatif kecil yang dilakukan warga desa sendiri seperti yang dilakukan oleh Sutriana melalui usaha peternakan sapi yang dibangunnya sejak tahun 2019.

Usaha peternakan sederhana itu kini berkembang menjadi sumber penghasilan, wadah pembelajaran, sekaligus ruang pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.

Melalui Kelompok Tani Cemerlang, para peternak dapat berdiskusi, bertukar pengalaman, dan saling menguatkan. Aktivitas informal seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bekerja secara organik ditengah masyarakat: sederhana, fleksibel, namun berdampak nyata.

Meski demikian, laporan tersebut juga menyoroti sejumlah tantangan yang tidak boleh diabaikan. Keterbatasan pengetahuan teknis dalam penanganan kesehatan sapi, kurangnya inovasi pakan, serta belum optimalnya pemasaran menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Pemerintah daerah, penyuluh peternakan, dan lembaga pendidikan seharusnya melihat potensi besar ini sebagai peluang untuk menghadirkan pelatihan dan dukungan yang lebih sistematis.

Namun pada akhirnya, keberadaan Kelompok Tani Cemerlang tetap memberi pesan penting: masyarakat desa mampu berkembang ketika diberi ruang, kepercayaan, dan kesempatan.

Mereka membuktikan bahwa pemberdayaan tidak harus menunggu bantuan besar; ia bisa tumbuh dari niat, kebersamaan, dan kerja keras masyarakat itu sendiri.

Peternakan sapi di Desa Panca Mulya bukan hanya usaha, tetapi contoh pemberdayaan yang dapat dijadikan model bagi desa lain. Jika pendampingan teknis dan pelatihan berkelanjutan diberikan dengan tepat, tidak menutup kemungkinan usaha seperti ini akan menjadi tonggak ekonomi desa dan menginspirasi lahirnya lebih banyak program pemberdayaan masyarakat di masa depan.

Sumber : Nur Ahmad Endri Anto,
Mahasiswa UNSRI Jurusan pendidikan Masyarakat.

Pewarta : Emi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Pemerasan Dana Pendidikan APBN Di Banyuasin, Dua PPPK Diamankan
Dapur Indonesia Cerdas SPPG OI Tanjung Raja 1 Gelar Cek Kesehatan Seluruh Relawan
BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi
Pemkab Muba Dan PPSDM Minerba Cetak Operator Excavator Tersertifikasi, 15 Peserta Akan Dipilih
Dapat Dana Banpres Rp 15 Miliar, Pemkab Ogan Ilir Tegaskan All Out Tanggulangi Karhutla
Edi Rahmat: 340 Kejadian Karhutla Dapat Dikendalikan, Hasil Sinergi Petugas dan Dukungan Masyarakat Ogan Ilir
Rumah Warga Dibobol, Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Bergerak dan Bekuk Dua Pelaku
Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon Di Lapas Pagar Alam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:46 WIB

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Pemerasan Dana Pendidikan APBN Di Banyuasin, Dua PPPK Diamankan

Jumat, 18 September 2026 - 13:34 WIB

Dapur Indonesia Cerdas SPPG OI Tanjung Raja 1 Gelar Cek Kesehatan Seluruh Relawan

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIB

BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi

Kamis, 17 September 2026 - 14:04 WIB

Pemkab Muba Dan PPSDM Minerba Cetak Operator Excavator Tersertifikasi, 15 Peserta Akan Dipilih

Rabu, 16 September 2026 - 20:20 WIB

Dapat Dana Banpres Rp 15 Miliar, Pemkab Ogan Ilir Tegaskan All Out Tanggulangi Karhutla

Berita Terbaru

Mandailing Natal

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:55 WIB