RADARCenter, Banyuasin– Desa Danau Cala di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, adalah salah satu potret nyata bagaimana masyarakat pedesaan menggantungkan hidup pada sektor perkebunan, terutama kelapa sawit.Sabtu (08//11/2025)
Namun di balik keyakinan bahwa sawit adalah “tanaman masa depan”, ada kenyataan pahit yang jarang mendapat perhatian: para pekebun sawit muda di desa masih berjuang sendiri tanpa dukungan pengetahuan teknis yang memadai. Faktanya, banyak kebun yang masih berada pada fase awal tanam—usia 1 hingga 2 tahun.
seperti yang dialami oleh seorang pekebun bernama Bapak Rano Rigen. Pada fase ini, sawit belum menghasilkan apa-apa namun biaya perawatannya sudah besar. Petani perlu membersihkan gulma, memberi pupuk, menjaga batang agar tidak roboh karena hujan dan angin, dan memastikan tanaman tumbuh kuat hingga masa produksi.
Sayangnya, seluruh aktivitas itu dilakukan dengan pengetahuan seadanya, berdasarkan pengalaman turun-temurun tanpa akses pada pelatihan modern.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan nonformal atau program pelatihan berbasis masyarakat untuk sektor perkebunan. Selama ini, banyak orang hanya memikirkan pendidikan formal sebagai solusi peningkatan kualitas SDM, padahal masyarakat pekerja lapangan justru membutuhkan pembelajaran praktis dan aplikatif yang bisa langsung diterapkan.
Sementara itu, harga pupuk yang terus naik membuat pekebun harus memilih antara memberi dosis pas-pasan atau menunda pemupukan sama sekali—dua-duanya berisiko besar pada pertumbuhan tanaman. Ditambah lagi, tidak adanya kelompok tani yang solid membuat petani bekerja sendiri-sendiri, tanpa ruang belajar bersama, padahal kondisi lapangan menuntut kolaborasi.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka masyarakat akan tetap berada dalam lingkaran ketidakpastian ekonomi. Sawit memang menjanjikan, tetapi hanya jika dikelola dengan benar sejak fase awal. Tanpa pendidikan yang tepat, hasil panen tidak akan maksimal, biaya perawatan membengkak, dan ketahanan ekonomi keluarga terancam.
Karena itu, pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga organisasi sosial perlu mulai menaruh perhatian serius pada Pendidikan Luar Sekolah (PLS) untuk sektor perkebunan. Pelatihan teknik perawatan sawit muda, manajemen biaya pemupukan, pengendalian cuaca ekstrem, hingga penguatan kelompok tani harus menjadi prioritas. Pendidikan bukan hanya milik ruang kelas ia juga harus hadir di kebun, di ladang, dan di mana pun masyarakat menggantungkan hidupnya.
Masyarakat Desa Danau Cala memiliki semangat kerja keras, tetapi semangat saja tidak cukup tanpa pengetahuan. Sudah saatnya pelatihan dan pendampingan menjadi bagian dari pembangunan desa, agar pekebun sawit tidak lagi berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama menuju ketahanan ekonomi yang lebih ku
Sumber : *Victoria* *Maharany :* Mahasiswi universitas Sriwijaya prodi pendidikan Masyarakat.
Pewarta : Emi




















