RADARCenter, Ogan Ilir — Warga di sekitar wilayah operasional PT Sumatera Prima Fibreboard (PT SPF), Kabupaten Ogan Ilir, mempertanyakan transparansi serta efektivitas pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan perusahaan. Hingga saat ini, manfaat program tersebut dinilai belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan.
Salah seorang warga, Yasandi, mengaku telah bermukim di kawasan tersebut selama hampir 20 tahun, namun belum pernah menerima manfaat CSR PT SPF secara langsung.
“Hampir 20 tahun saya tinggal di sini, belum pernah merasakan manfaat CSR dari PT SPF. Justru keluhan yang kerap muncul dari warga adalah terkait limbah pabrik yang diduga mencemari udara di lingkungan kami,” ujarnya.
Selain persoalan lingkungan, warga juga meminta perusahaan untuk bersikap terbuka terkait pelaksanaan program TJSL yang telah dijalankan selama ini. Informasi yang diharapkan antara lain mencakup jenis kegiatan yang telah dilaksanakan, lokasi penerima manfaat, besaran anggaran yang digunakan, hingga capaian hasil program.
Keterbukaan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan program CSR sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SPF melalui stafnya, Ridho, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait hal tersebut. Redaksi tetap membuka ruang tanggapan dari pihak perusahaan.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi Lubrex




















