RADARCenter, OGAN ILIR — Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81, Museum Perjuangan Mansyur Wahad yang beralamat di Jalan Depati Ambon, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menggelar pameran sejarah dan budaya yang resmi dibuka untuk umum.
Museum ini merupakan salah satu aset sejarah penting milik Kabupaten Ogan Ilir, dengan pengelolaan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga serta warga pewaris warisan almarhum Mansyur Wahad.
Pameran berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 17 hingga 27 Agustus 2026, dan dibuka dengan suasana khidmat. Terlihat jelas pada spanduk kegiatan yang dipasang di lokasi bertuliskan: “MUSEUM PERJUANGAN MANSYUR WAHAD, KABUPATEN OGAN ILIR” lengkap dengan foto dan profil singkat almarhum Mansyur Wahad, serta alamat museum yang berada di Jalan Depati Ambon, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
Turut hadir dalam acara peresmian yang terlihat juga berfoto bersama di depan spanduk kegiatan: perwakilan unsur TNI dan Polri, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tanjung Batu, seluruh Kepala Sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kecamatan Tanjung Batu, keluarga besar Mansyur Wahad, tokoh masyarakat, pegiat sejarah, pendidik, pelajar, serta warga setempat.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya melestarikan dan memperkenalkan kembali jejak perjuangan, nilai-nilai kebangsaan, serta kekayaan budaya yang tumbuh di wilayah Ogan Ilir.
Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan berbagai koleksi berharga berupa dokumen asli, foto foto bersejarah, benda peninggalan perjuangan, serta artefak budaya yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan jasa Mansyur Wahad dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun daerah Tanjung Batu dan sekitarnya.
Pengelola museum menyampaikan bahwa pengelolaan sepenuhnya didasarkan pada inisiatif dan partisipasi aktif keluarga serta warga pewaris warisan Mansyur Wahad, dengan semangat menjaga amanah agar nilai nilai perjuangan tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
Dukungan dari berbagai pihak, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia pendidikan, dan masyarakat luas, diharapkan dapat memperkuat peran museum ini sebagai pusat edukasi sejarah dan destinasi wisata budaya unggulan di Ogan Ilir.
Pameran terbuka untuk masyarakat umum selama periode pelaksanaan. Pengunjung tidak hanya dapat melihat koleksi sejarah, tetapi juga mendengarkan penjelasan langsung dari pengelola mengenai kisah di balik setiap benda yang dipamerkan.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi Lubrex




















