Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Hasto, IM57+ Soroti Etika

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Mantan Kepala Biro Humas sekaligus Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, resmi menjadi salah satu pengacara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam menghadapi sidang kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan terkait Harun Masiku.

Keputusan ini menuai kritik, salah satunya dari IM57+ Institute, yang menilai langkah Febri tidak etis.

Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito, menilai keterlibatan Febri tidak patut secara etika, mengingat ia pernah menjabat sebagai Juru Bicara KPK ketika kasus ini mencuat melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPU pada Januari 2020.

“Secara etika, ini bukanlah hal yang patut dibenarkan, mengingat posisi Febri saat proses penanganan kasus OTT KPU masih sebagai Juru Bicara KPK,” ujar Lakso, Rabu (12/3/2025).

Kasus ini bermula dari OTT KPK tahun 2020, yang menyeret empat orang sebagai tersangka, yaitu:

  • Wahyu Setiawan (mantan Komisioner KPU)
  • Agustiani Tio (orang kepercayaan Wahyu)
  • Harun Masiku (caleg PDIP yang hingga kini buron)
  • Saeful (pihak yang terlibat dalam suap)

Dalam proses hukum, Wahyu, Agustiani, dan Saeful telah dinyatakan bersalah menerima suap Rp 600 juta demi meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR lewat penggantian antarwaktu (PAW).

Ketiganya sudah bebas dari penjara, sementara Harun Masiku masih buron.

Pada akhir 2024, KPK kembali menetapkan Hasto Kristiyanto dan pengacara Donny Tri Istiqomah sebagai tersangka dalam kasus ini.

Febri Diansyah sendiri masih menjabat sebagai Kabiro Humas KPK saat kasus ini muncul pada 2020, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada September 2020.

Kritik terhadap Febri Diansyah

Lakso menyesalkan keputusan Febri, mengingat rekam jejaknya sebagai pegiat antikorupsi. Ia menilai Febri seharusnya memahami batasan etika, terutama karena Hasto dianggap berperan dalam revisi UU KPK dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menyebabkan banyak pegawai KPK tersingkir.

Selain itu, Lakso juga mengkritik pernyataan Febri yang menyebut dakwaan KPK terhadap Hasto seolah “dioplos”. Menurut Lakso, justru Febri yang tidak memahami kasus ini secara teknis.

“Secara substansi, masuknya Febri tidak memberikan kontribusi bagi pembelaan Hasto. Penjelasan yang diberikan justru lebih bersifat naratif tanpa basis faktual yang kuat. Jika memahami kasus ini, seharusnya dari data praperadilan saja sudah jelas bahwa KPK memiliki bukti yang solid,” tegasnya.

Lakso menilai tim hukum Hasto tidak percaya diri menghadapi persidangan, sehingga lebih memilih membangun narasi ketimbang menghadapi bukti yang ada.

Febri: Tidak Ada Peran Hasto dalam Kasus Ini

Di sisi lain, PDIP menambah tim pengacara untuk membela Hasto, termasuk Febri Diansyah dan Todung Mulya Lubis, yang juga dikenal sebagai tokoh antikorupsi.

Febri sendiri menjelaskan alasannya bergabung dalam tim hukum Hasto.

“Mungkin banyak pertanyaan, kenapa Bang Todung yang seorang tokoh antikorupsi menangani kasus korupsi? Karena kami melihat banyak persoalan dalam proses hukum kasus ini, baik dari aspek hukum maupun substansi,” ujar Febri di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (12/3).

Ia mengaku telah mempelajari dua putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan menemukan bahwa tidak ada bukti keterlibatan Hasto sebagai pemberi suap.

“Fakta hukum yang sudah diuji dalam persidangan menunjukkan bahwa seluruh dana yang diberikan kepada Wahyu Setiawan berasal dari Harun Masiku,” pungkas Febri.

Hasto dijadwalkan menghadapi persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 14 Maret 2025.

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke 18 Gerindra, Ahmad Wazir Noviandi Ajak Kader Jaga Kekompakan dan Dukung Program Presiden Prabowo
Kapolres Muba Tegaskan Penegakan Hukum Tak Kendor Di Wilayah Perlintasan Sungai Lilin
Polsek Pemulutan Ogan Ilir Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Di Desa Mekar Jaya
Tragis di Ngada: Siswa SD Negeri di NTT Tewas Gantung Diri, Orang Tua Kesulitan Lunasi Biaya Sekolah Rp 1,2 Juta
Wakil Bupati Ogan ilir Resmi Buka MTQ Tingkat Kabupaten Ajang Syiar Islam Pembinaan Generasi Qur’ani
IMF President M. Al Dausari Visits Indonesia To Ensure Readiness For 2026 Asia Minifootball Championship
Pejabat PUPR Siap Turun ke Lokasi, Pemkot Palembang Merespons Keluhan Banjir Talang Jambe
Awal Tahun Langsung Tancap Gas, BPPRD Muba Amankan Pajak Perusahaan Besar

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:07 WIB

HUT ke 18 Gerindra, Ahmad Wazir Noviandi Ajak Kader Jaga Kekompakan dan Dukung Program Presiden Prabowo

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:36 WIB

Kapolres Muba Tegaskan Penegakan Hukum Tak Kendor Di Wilayah Perlintasan Sungai Lilin

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:29 WIB

Polsek Pemulutan Ogan Ilir Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Di Desa Mekar Jaya

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:08 WIB

Wakil Bupati Ogan ilir Resmi Buka MTQ Tingkat Kabupaten Ajang Syiar Islam Pembinaan Generasi Qur’ani

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:29 WIB

IMF President M. Al Dausari Visits Indonesia To Ensure Readiness For 2026 Asia Minifootball Championship

Berita Terbaru

Polda Sumatera Selatan

Profil Irjen Sandi Nugroho, Lulusan Akpol Peraih Adhi Makayasa 1995 

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:31 WIB