RADARcenter, Palembang — Kemenag Sumsel Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya terhadap kepedulian sosial.
Sebanyak 150 paket sembako disalurkan kepada guru Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TK/TPA) serta para siswa yang membutuhkan, termasuk dari berbagai latar belakang agama di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sumsel, Hj. Emilia Syafitri Irwan, di Halaman Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HAB ke-80 Kemenag yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Syafitri Irwan menegaskan bahwa para guru TK/TPA merupakan garda terdepan dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di Sumatera Selatan. Melalui bantuan ini, Kemenag ingin memberikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa nilai bantuan mungkin tidak sebanding dengan pengabdian para guru, namun diharapkan menjadi wujud kepedulian dan pengakuan atas peran besar mereka.
Selain itu, Syafitri berharap program peduli sesama seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan Kemenag agar benar-benar memberi dampak nyata, sejalan dengan arahan Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar.

Salah satu guru TK/TPA penerima bantuan, Imron, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan Kemenag Sumsel.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi moral bagi para pendidik di tingkat akar rumput untuk terus mengabdi.
Sebagai informasi, 150 paket sembako tersebut disalurkan kepada guru TK/TPA serta siswa madrasah dan siswa dari sekolah agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, terigu, dan bahan dapur lainnya, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para penerima. (*Adi)




















