Kuasa Hukum Desak Propam Mabes Polri Periksa Penyidik Paminal Polda Sumsel, Diduga Tak Profesional Tangani Kasus KDRT

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Palembang — Tim kuasa hukum korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berinisial MA, mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri untuk segera memeriksa seorang oknum penyidik di lingkungan Paminal Polda Sumatera Selatan.

Desakan itu disampaikan menyusul dugaan pelanggaran etika dan tindakan tidak profesional yang dilakukan oknum penyidik tersebut dalam menangani perkara pelimpahan dari Mabes Polri.

 

Dalam keterangan pers yang digelar di Palembang, Sabtu (8/11/2025), tim kuasa hukum yang terdiri atas Muhammad Ricko Prateja, S.H., Sagito, S.H., M.H., dan Medi Rama Doni, S.H., M.H., menjelaskan bahwa laporan resmi telah dilayangkan ke Divisi Propam Mabes Polri.

Laporan tersebut disertai dengan sejumlah dokumen pendukung seperti Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Propam (SP2HP2), surat perintah penyelidikan, serta berkas hukum lainnya.

 

“Dalam proses penyelidikan, kami menemukan adanya tindakan-tindakan yang diduga tidak sejalan dengan prinsip profesionalitas penyidik dan kode etik Polri. Di antaranya, penyidik tersebut menghubungi klien kami secara pribadi di luar kepentingan penyidikan, mencoba memengaruhi agar mencabut kuasa hukum, hingga melakukan komunikasi berulang di luar jam kerja tanpa alasan yang sah,” ungkap Ricko.

 

Ricko menilai, tindakan tersebut tidak hanya mengganggu hak konstitusional korban untuk mendapatkan pendampingan hukum, tetapi juga berpotensi mencederai integritas penyidikan.

“Bahkan kami mendapat informasi, penyidik sempat mengajak klien kami untuk melakukan BAP di luar kantor, berbicara dengan nada tidak pantas, dan menyinggung hal-hal pribadi yang seharusnya tidak dibahas dalam konteks penyidikan,” tambahnya.

 

Senada, Medi Rama Doni, salah satu anggota tim kuasa hukum, menyampaikan bahwa pihaknya meminta Propam Mabes Polri untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan profesional.

“Kami meminta agar oknum penyidik berinisial A segera diperiksa, diberikan sanksi etik bila terbukti, dan diganti dari penanganan perkara ini. Hal ini penting demi menjaga marwah institusi Polri serta melindungi hak korban dari intimidasi,” tegas Medi.

 

Dalam pernyataan sikapnya, tim kuasa hukum MA juga menegaskan lima poin tuntutan, yakni:

 

1. Pemeriksaan terhadap oknum penyidik A oleh Propam Mabes Polri;

2. Pemberian sanksi etik dan disiplin sesuai aturan yang berlaku;

3. Pergantian penyidik untuk menghindari konflik kepentingan;

4. Jaminan agar korban tidak dihubungi secara pribadi di luar konteks penyidikan; dan

5. Penegasan agar proses penyelidikan berjalan objektif, profesional, dan transparan.

 

Sementara itu, korban MA turut menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya selama proses penyelidikan. Ia mengaku sempat dihubungi oleh penyidik yang meminta nomor pribadinya setelah pemeriksaan dilakukan.

 

“Awalnya saya pikir wajar, tapi kemudian dia mengajak BAP di luar kantor tanpa surat resmi, bahkan mengajak makan di luar dan meminta saya tidak menggunakan pengacara. Malamnya dia menelepon dan mengirim video call dengan pembicaraan yang tidak pantas. Karena merasa terganggu, saya memblokir nomornya, tapi dia kembali menghubungi dengan nomor lain,” ujar MA.

Korban berharap, laporan yang telah disampaikan kuasa hukumnya segera mendapat respons dari Propam Mabes Polri agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

“Saya hanya ingin proses hukum berjalan adil dan sesuai aturan. Saya ingin kasus ini ditangani dengan benar tanpa gangguan dari pihak mana pun,” tuturnya dengan nada tegas.

Tim kuasa hukum menegaskan, langkah pelaporan ke Propam Mabes Polri ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga upaya menjaga integritas aparat penegak hukum agar tetap dipercaya publik.

“Propam adalah benteng terakhir kehormatan Polri. Kami percaya, institusi ini akan bersikap profesional dalam menindaklanjuti laporan kami,” tutup Ricko.

(*Adi)k

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke 18 Gerindra, Ahmad Wazir Noviandi Ajak Kader Jaga Kekompakan dan Dukung Program Presiden Prabowo
Kapolres Muba Tegaskan Penegakan Hukum Tak Kendor Di Wilayah Perlintasan Sungai Lilin
Polsek Pemulutan Ogan Ilir Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Di Desa Mekar Jaya
Siswa Yang Tidak Ada Orang Tua Berhak Dapat Kesehatan, Kenapa Tiem Menghalangi Ikut Sosialisasi DBD Di SDN 204 Palembang
Tragis di Ngada: Siswa SD Negeri di NTT Tewas Gantung Diri, Orang Tua Kesulitan Lunasi Biaya Sekolah Rp 1,2 Juta
Wakil Bupati Ogan ilir Resmi Buka MTQ Tingkat Kabupaten Ajang Syiar Islam Pembinaan Generasi Qur’ani
IMF President M. Al Dausari Visits Indonesia To Ensure Readiness For 2026 Asia Minifootball Championship
SMPN 25 Palembang Terima Bantuan Seragam Sekolah dari Pemkot Palembang

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:07 WIB

HUT ke 18 Gerindra, Ahmad Wazir Noviandi Ajak Kader Jaga Kekompakan dan Dukung Program Presiden Prabowo

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:36 WIB

Kapolres Muba Tegaskan Penegakan Hukum Tak Kendor Di Wilayah Perlintasan Sungai Lilin

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:29 WIB

Polsek Pemulutan Ogan Ilir Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Di Desa Mekar Jaya

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:33 WIB

Siswa Yang Tidak Ada Orang Tua Berhak Dapat Kesehatan, Kenapa Tiem Menghalangi Ikut Sosialisasi DBD Di SDN 204 Palembang

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:08 WIB

Wakil Bupati Ogan ilir Resmi Buka MTQ Tingkat Kabupaten Ajang Syiar Islam Pembinaan Generasi Qur’ani

Berita Terbaru

Polda Sumatera Selatan

Profil Irjen Sandi Nugroho, Lulusan Akpol Peraih Adhi Makayasa 1995 

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:31 WIB