Warga Berharap Walikota Palembang Sidak Drainase Di Mataram Kertapati, Diduga Pengerjaannya Tidak Sesuai SOP Dan Banyak Amblas

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, PALEMBANG– Warga keluhkan drainase banyak yang amblas dan berharap Walikota Palembang H Ratu Dewa sidak melihat langsung kondisi pengerjaan drainase yang diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), berlokasi di Jalan Mataram, Rt 05, Rt 07 dan Rt 08 Rw 02, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.

Drainase tersebut jadi tersumbat akibat banyak yang amblas, jalan menjadi sempit sering mengakibatkan kemacetan dan tidak sedikit para pengguna jalan termasuk anak sekolah saat melintas terjebak masuk ke lubang drainase yang jebol tersebut.

Dari awal warga sudah mengira kalau drainase tersebut tidak akan bertahan lama, dapat dilihat dari besi tulang yang kecil dianyam sangat jarang dan coran nya juga sangat tipis. Bedah dengan pengerjaan drainase yang sudah sudah, masih bertahan dan tidak amblas.

Berdasarkan dari informasi yang didapat awak media mengatakan, gara gara drainase banyak yang amblas tersebut jalan menjadi sempit dan sering terjadi kemacetan serta kecelakaan tunggal pada malam hari.

“Sudah berapa kali kami melihat roda mobil masuk ke lubang itu saat berlintasan, pengendara sepeda motor juga sering terjebak dilobang itu,” kata Manto salah satu warga Mataram. Kamis (19/06/2025)

Dijelaskannya, drainase yang amblas tersebut terjadi sudah lama dan tak kunjung diperbaiki oleh pihak Dinas terkait yang ada di Kota Palembang.

“Awalnya kami selaku warga sangat bangga dengan dibangunnya drainase itu, berharap air tidak menggenang lagi di jalan saat turun hujan, tapi kami sangat kecewa sekali melihat cara tukang mengerjakannya seperti asal jadi saja,” ucapnya.

Sekarang drainase tersebut menjadi tersumbat, akibat banyaknya tutup drainase amblas yang tak kunjung ada perbaikannya.

“Lebih baik drainase itu ditimbun saja, kalau tidak ada pembenahannya, dari pada hanya jadi petaka bagi warga yang melintas, terutama pada malam hari,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, kenapa pihak Kelurahan Kemas Rindo seakan diam dan tidak ada perhatian sama sekali dengan banyaknya lubang drainase yang dapat membahayakan orang banyak tersebut.

“Jalan ini juga merupakan akses menuju kantor lurah Kemas Rindo, pasti pihak Kelurahan telah melihat kondisi tersebut, tapi kenapa pihak Kelurahan Kemas Rindo seakan diam dan tidak ada perhatian sama sekali dengan kondisi banyaknya lubang drainase yang menganga tersebut,” imbuhnya.

Ditempat yang berbeda Yoga menyebutkan, kalau ia pernah menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR SDA Kota Palembang yang mengerjakan drainase tersebut beberapa bulan lalu.

“Beberapa bulan lalu saya pernah menghubungi Pak Hendri selaku PPK pengerjaan drainase itu, Pak Hendri itu dinas di PUPR SDA Kota Palembang, saya menghubungi dia  melaporkan terkait banyaknya drainase yang jebol. Jawabnya akan dijadwalkan perbaikannya, tapi sudah beberapa bulan ini tidak ada tanda tanda drainase itu akan diperbaiki,” ungkap Yoga yang juga seorang Jurnalis.

Dia berharap dengan viralnya drainase ini di media sosial dan pemberitaan media Pers, Walikota Palembang dapat segera melakukan sidak dan melihat langsung kondisi drainase yang dikeluhkan warga tersebut.

“Kami berharap Bapak Ratu Dewa dapat segera sidak melihat langsung kondisi drainase yang dikeluhkan banyak warga ini, dan kami juga berharap agar drainase ini dapat segera diperbaiki agar jalan air kembali lancar serta tidak ada lagi warga yang mengalami kecelakaan tunggal, jalan juga kembali lebar tidak sempit seperti sekarang ini” tuturnya.

Sementara itu, saat awak media ini mencoba menghubungi Hendri selaku PPK dari PUPR SDA Kota Palembang ke nomor WhatsApp nya 0821 8033 xxxx. Mengirim foto dan vidio drainase yang jebol tersebut serta ingin konfirmasi, nomor WhatsApp nya tidak aktif, hingga berita ini diterbitkan.
(RC/RED)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ir. H. Mawardi Yahya Salah Satu Tokoh Pelopor Sejarah Terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir
Skandal KUR Fiktif Rugikan Negara 11,4 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru, Oknum ASN Pemkab Ogan Ilir Di Tahan
Usai 19 Oknum Petugas Dishub Mendapatkan Sanksi Disiplin Dan Pemecatan, Kini Kadishub Kota Palembang Di Rotasi
Warga Mataram Keluhkan Minimnya Tiang PLN, Kabel Induk Melendot Hampir Menyentuh Tanah
Zaleha Menanggung Beban Keluarga Sejak Suaminya Terbaring Lemah
Keputusan Sidang Disiplin, 5 ASN Dishub Kota Palembang Di Pecat Dan 14 Lainnya Dikenakan Sanksi Administratif
Pelepasan Siswa-Siswi SMA YWKA Palembang Tahun Ajaran 2025/2026
FKP-SS Apresiasi Tim Operasional SDA DPUPR Kota Palembang, Bersihkan Aliran Sungai Mataram Dari Eceng Gondok

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:36 WIB

Ir. H. Mawardi Yahya Salah Satu Tokoh Pelopor Sejarah Terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:40 WIB

Skandal KUR Fiktif Rugikan Negara 11,4 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru, Oknum ASN Pemkab Ogan Ilir Di Tahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:45 WIB

Usai 19 Oknum Petugas Dishub Mendapatkan Sanksi Disiplin Dan Pemecatan, Kini Kadishub Kota Palembang Di Rotasi

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:58 WIB

Warga Mataram Keluhkan Minimnya Tiang PLN, Kabel Induk Melendot Hampir Menyentuh Tanah

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:20 WIB

Zaleha Menanggung Beban Keluarga Sejak Suaminya Terbaring Lemah

Berita Terbaru