RADARCenter, PALEMBANG,– PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Kertapati Port memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Ring 1 perusahaan.
Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) yang menyasar balita berisiko stunting, ibu hamil, dan kelompok lansia.
Kegiatan pengecekan sekaligus pendampingan kesehatan tersebut digelar di Lapangan PT DOK Karang Sumatera, Jalan Ki Gede Ing Lautan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, Rabu (16/09/2026).
Senior Public Relations Specialist PTBA Port Kertapati, Cahyo Ady Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Ini merupakan kegiatan rutin PTBA Kertapati sebagai bentuk dukungan nyata bagi masyarakat Ring 1,” ujar Cahyo.
Dalam pelaksanaannya, PTBA bersinergi dengan Puskesmas dan Posyandu di Kecamatan Gandus.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendata sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian kesehatan dan dukungan pemenuhan gizi.
Sebanyak 50 balita, 10 ibu hamil, dan 100 lansia menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.
Khusus bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) serta balita yang memiliki risiko stunting, PTBA memberikan makanan tambahan berupa telur dan susu.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak.
Camat Gandus, Jufriansyah, S.STP., M.Si., mengapresiasi kepedulian PTBA terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Palembang, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PTBA yang konsisten dan berkomitmen menunjukkan kepedulian kepada warga sekitar,” katanya.
Menurut Jufriansyah, persoalan stunting di Kecamatan Gandus perlu dilihat tidak hanya dari jumlah kasus yang sudah terjadi, tetapi juga dari kelompok balita yang memiliki risiko.
Berdasarkan data Puskesmas, kata dia, jumlah balita yang telah masuk kategori stunting relatif terbatas. Namun, kelompok balita yang berisiko mengalami stunting masih membutuhkan perhatian dan intervensi sejak dini.
“Kalau yang sudah stunting sekitar 10 orang. Tetapi kalau kita mitigasi dari yang berisiko atau akan stunting, jumlahnya cukup banyak. Karena itu kami sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan PTBA,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan kesehatan di masyarakat tidak semestinya hanya berfokus pada persoalan stunting. Warga juga diminta aktif menyampaikan berbagai keluhan kesehatan kepada tenaga medis.
“Masyarakat jangan hanya memberitahukan masalah stunting. Kalau ada keluhan kesehatan lain, silakan disampaikan kepada tenaga kesehatan,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Lurah Karanganyar, Teguh, SH. Menurutnya, program PTBA memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah Ring 1.
“Luar biasa kepedulian PTBA kepada masyarakat. Kami sebagai pemerintah dan masyarakat Karanganyar merasa terbantu dengan adanya program pengobatan dan pencegahan ini,” ungkaprnya.
Ia mengatakan kepedulian PTBA tidak hanya diwujudkan melalui program kesehatan. Perusahaan juga rutin terlibat dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat, termasuk pada momentum keagamaan seperti Idul Adha melalui bantuan hewan kurban.
Teguh berharap sinergi antara PTBA, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tenaga kesehatan, serta masyarakat terus diperkuat sehingga manfaat program sosial perusahaan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Bagi penerima manfaat, program tersebut juga dirasakan langsung. Amma, salah seorang ibu hamil asal RT 13 Jembatan Sungai Sawah 1, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, mengaku terbantu dengan pemeriksaan kesehatan dan dukungan gizi yang diberikan.
“Saya senang dan bahagia dengan adanya kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan PTBA semakin maju sehingga bisa terus membantu masyarakat melalui program CSR,” katanya. (RC/Red)




















