Edi Rahmat: 340 Kejadian Karhutla Dapat Dikendalikan, Hasil Sinergi Petugas dan Dukungan Masyarakat Ogan Ilir

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, OGAN ILIR — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 15 September 2026, dari total 340 kali kejadian yang menghanguskan 1.050,92 hektare lahan, sebanyak 298,55 hektare berhasil dipadamkan.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama yang erat antarberbagai pihak. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Ogan Ilir, Dinas Pemadam Kebakaran, Polres Ogan Ilir, serta personel TNI di bawah Kodim 0402 Ogan Ilir/OKI bahu-membahu turun ke lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang telah berjuang tanpa kenal lelah.

“Angka 298,55 hektare yang berhasil dipadamkan ini adalah bukti nyata kerja keras kita semua — BPBD, Dinas Damkar, Polres Ogan Ilir, dan TNI dari Kodim 0402 Ogan Ilir/OKI. Hasil ini tidak akan tercapai tanpa sinergi dan semangat yang kalian tunjukkan di lapangan,” ujar Edi Rahmat di Indralaya, Senin (15/09/2026).

Saat ini, sebanyak 127 personel telah disiagakan di berbagai titik rawan. Tugas pun dibagi agar berjalan efektif: BPBD mengoordinasikan sekaligus turun memadamkan, Dinas Damkar bergerak dengan kendaraannya, Polres menjaga keamanan sekaligus melakukan patroli, dan TNI membantu tenaga serta logistik.

“Kami membagi peran. BPBD fokus pada koordinasi dan pemadaman, Damkar dengan mobil pemadamnya, Polres melakukan penegakan hukum dan patroli, TNI membantu tenaga serta logistik. Ini membuktikan, jika kita bersatu, bencana dapat kita tekan,” tegasnya.

Dari catatan data, Indralaya Utara menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 96 kali dengan luas lahan terbakar mencapai 437,03 hektare. Berikutnya Tanjung Batu dengan 52 kejadian, lalu Pemulutan sebanyak 37 kejadian.

Edi Rahmat juga melaporkan adanya penurunan tren: “Puncak kejadian terjadi pada Agustus 2026 sebanyak 158 kali, dan di bulan September ini turun menjadi 90 kali.” ujarnya

Meski begitu, dampak asap masih terasa. Indeks Kualitas Udara di Sakatiga Seberang tercatat 186, yang masuk kategori tidak sehat. Untuk itu, warga diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Pewarta : Emi

Editor     : Yopi Lubrex

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keluarga Besar Dinas Pendidikan Ogan Ilir Lepas Kepergian Sayadi Di Momen Purnabakti
Roadshow Sosialisasi Kepemimpinan Dan Kewirausahaan Karang Taruna 2026 Digelar Di Tanjung Raja
Kepengurusan Telah Rampung, AMKI Banyuasin Akan Menggelar Pelantikan
Dua Tahun Asta Cita Prabowo, Aktivis Sumsel Gaspol Dorong Hilirisasi Energi Berkelanjutan
Wisuda ke-XXIV, IGM Lepas 472 Lulusan dan Tantang Alumni Hadapi Era AI dengan Inovasi serta Ketangguhan
Musyawarah Kecamatan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Periode 2026–2031 Di Muara Kuang
Tim Karhutla Polsek Pemulutan Padamkan Api Di Ulak Kembahang I
Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Keluarga Besar Dinas Pendidikan Ogan Ilir Lepas Kepergian Sayadi Di Momen Purnabakti

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Roadshow Sosialisasi Kepemimpinan Dan Kewirausahaan Karang Taruna 2026 Digelar Di Tanjung Raja

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kepengurusan Telah Rampung, AMKI Banyuasin Akan Menggelar Pelantikan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Dua Tahun Asta Cita Prabowo, Aktivis Sumsel Gaspol Dorong Hilirisasi Energi Berkelanjutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Wisuda ke-XXIV, IGM Lepas 472 Lulusan dan Tantang Alumni Hadapi Era AI dengan Inovasi serta Ketangguhan

Berita Terbaru