RADARCenter, Lahat – Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, Hal tersebut menjadt salah satu pengalaman yang diperoleh mahasiswa Program studi Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya selama melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Desa Lubuk Betung lI, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumsel.
Selama kurang lebih 40 hari, mahasiswa Kelompok 7 melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan yang menyasar anak anak, remaja, hingga masyarakat
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi sesuai kebutuhar masyarakat.
Di lingkungan sekolah, mahasiswa berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri 2 Merapi Selatan.
Kegiatan mengajar dilaksanakan melalui pengenalan dan ice breaking untuk membangun kedekatan dengan siswa serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Siswa menunjukkan semangat belajar yang tinggi selama kegiatan berlangsung Kontribusi pendidikan jug a dilakukan melalui berbagai program individu.
Mahasiswa melaksaakan ‘kegiatan belajar membaca, mengajar mengaji, mengajarkar adzan dan doa sesudah adzan, pelatihan badminton, kelas seni tari, hingga edukasi kesehatan dan literasikeuangan.
Program program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta sasaran. Salah satu kegiatan yang mengangkat isu lingkungan sekolah adalah Sosialisasi Pencegahan Buling yang dilaksanakan pada (20/07/2026) di kelas ‘V SD Negeri 2 Merapi Selatan.
Melalui penyampaian materi, diskusi, dan contoh sederhana. Siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk, dampak, serta cara mencegah bullying.
Siswa juga diarahkan untuk saling menghargai, membantu teman, dan berani menyampaikan permasalahan kepada guru.
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak usia dini kepada siswa kelas IV SD Negeri 2 Merapi
Selatan.
Kegiatan tersebut mengajak anak memahami manfaat menabung. mengelola uang saku, serta membangun kebiasaan hidup hemat dan disiplin.
Ruang belajar juga hadir di tengah masyarakat Mahasiswa mendampingi anak anak dalam kegiatan mengaji di Masjid Darussalam, termasuk membaca Al-Qurar serta pembinaan doa harian dan hafalan surat pendek.
Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan keagamaan menjadi salah satu temuan positif selama pelaksanaan PLP.
Di sisi lain, kegiatan pendidikan masyarakat turut menyentuh aspek kesehatan, keterampilan, dan literasi.
Edukasi kesehatan gigi, pelatihan kain jumputan, edukasi literasi keuangan mengenał PKH dan bahaya pinjaman online, serta pelatihan eco enzyme menjadi contoh bahwa proses belajar dapat dikembangkan sesuai kehidupan sehari hari masvarakət.
Pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat memiliki ruang yang luas. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui pengalaman, praktik, interaksi sosial keterampilan, dan pemberdayaan.
Bagi mahasiswa. PLP di Desa Lubuk Betung II menjadi pengalaman untuk belajar beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus memahami kondisi masyarakat secara langsung.
Sementara bagi masyarakat, kegiatan yang dilaksanakan menjadi tambahan wawasan dan pengalaman yang diharapkan dapat terus diterapkan setelah kegiatan PLP berakhir.
Penulis: Kelompok PLP PENMAS UNSRI Desa Lubuk Betung Il : Rizki Ramadan, Reka Purnama Sari, Atikah Salsabilah, Elsya Dwi Julysa Puti,Jeni Sridewi, Dea Analia, Fiona Listine Bukit, Ahmad Zuhri, dan Hidayati Agusti.
Pewarta : Yopi Lubrex




















