RADARcenter, Pematangsiantar – Pembangunan proyek tangki septik individual di Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek yang dilaksanakan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Garuda tersebut diduga tidak melibatkan seluruh unsur kepengurusan, khususnya Sekretaris KSM.
Sekretaris KSM Garuda, Junaidi, mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah dilibatkan sejak awal pelaksanaan proyek hingga proses administrasi pencairan anggaran. Hal itu disampaikannya pada Senin (22/12/2025).
Menurut Junaidi, pencairan dana proyek dilakukan dalam tiga termin. Namun, ia mempertanyakan mekanisme pencairan tersebut karena sebagai Sekretaris, dirinya tidak pernah dilibatkan atau dimintai persetujuan.
“Anggarannya itu ada tiga termin pencairan. Yang jadi pertanyaan, bagaimana dana bisa dicairkan sementara saya selaku Sekretaris tidak pernah dilibatkan. Apakah dari Dinas tidak pernah melakukan pemantauan?” ujarnya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui besaran pagu anggaran pada setiap termin, baik tahap pertama, kedua, maupun ketiga. Bahkan, lokasi titik pengerjaan proyek pun tidak diketahuinya.
“Saya tidak tahu berapa pagu anggaran di tiap termin dan berapa titik yang dikerjakan. Lurah pun pernah dikonfirmasi dan juga mengaku tidak tahu,” tambahnya.
Sebelumnya, wartawan telah mengonfirmasi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Pematangsiantar saat itu, Ir. Christina Risfani Sidahuruk, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sebelum dimutasi menjadi Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan. Risfani menyebutkan bahwa total anggaran proyek pembangunan tangki septik tersebut secara keseluruhan mencapai sekitar Rp3 miliar.
Ia menjelaskan, proyek tersebut dilaksanakan oleh 10 KSM penerima yang tersebar di 10 kelurahan. Pada tahap pertama, masing-masing kelurahan telah menyelesaikan pembangunan enam unit tangki septik, sehingga total sebanyak 60 unit telah rampung.
“Total sekitar 60 unit yang telah selesai, tersebar di Kelurahan Pondok Sayur, Bah Sorma, Bahkapul, Bane, Marimbun, Parhorasan Nauli, BP Nauli, Teladan, dan Bantan,” jelas Risfani pada Selasa (21/10/2025).
Menanggapi adanya pembangunan kamar mandi di Kelurahan Bahkapul yang menempel langsung dengan rumah penerima manfaat, Risfani menyatakan pihaknya akan melakukan penghitungan ulang terhadap dana yang tidak terpakai.
“Dana yang tidak digunakan akan dimaksimalkan kembali untuk bagian kamar mandi, seperti penambahan dinding keramik atau bagian lain yang lebih dibutuhkan. Setiap item dalam RAB atau gambar yang tidak perlu dibangun akan dihitung ulang oleh TFL Teknis untuk dikonversi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PKP Kota Pematangsiantar yang baru dilantik pada 19 November 2025, Robert Sitanggang, SSTP, M.Si, menegaskan bahwa seluruh unsur dalam struktur KSM wajib dilibatkan dalam setiap kegiatan.
“Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan anggota harus dilibatkan dalam setiap kegiatan KSM,” tegas Robert saat dikonfirmasi.
Meski demikian, ia menyarankan agar persoalan tersebut dikoordinasikan langsung dengan Ketua KSM Garuda.
“Abang koordinasi saja langsung dengan Ketua KSM ya,” ujarnya singkat sembari memberikan nomor kontak Ketua KSM Garuda, Hendra Nababan.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KSM Garuda Hendra Nababan belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan wartawan melalui aplikasi WhatsApp terlihat telah dibaca, namun belum mendapat balasan. (S. Hadi Purba)




















