Nama Kertapati Dalam Sejarah Kota Palembang

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Palembang– Nama Kertapati dalam sejarah Kota Palembang erat kaitannya dengan pembangunan jalur kereta api oleh Belanda pada awal abad ke-20, di mana daerah ini menjadi salah satu titik penting, dan meskipun namanya mirip “Kereta Api”, asal-usul pastinya lebih merujuk pada konteks historis pembangunan rel, bukan langsung dari tokoh pewayangan Raden Inu Kertapati.

Nama ini merujuk pada sebuah wilayah (sekarang kecamatan) di Kota Palembang yang menjadi bagian penting dalam jaringan kereta api Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) yang menghubungkan Prabumulih dengan Palembang pada tahun 1915, menjadikannya lokasi strategis saat itu.

Wilayah Kertapati menjadi lokasi pembangunan stasiun dan jalur kereta api yang menghubungkan Palembang ke daerah lain di Sumatera Selatan, menjadikannya area yang penting secara administratif dan transportasi pada masa itu.

Nama Kertapati lahir dari sejarah pembangunan infrastruktur kereta api di Sumatera Selatan oleh Belanda, menandai sebuah wilayah yang menjadi bagian integral dari jaringan transportasi kereta api modern pertama di wilayah tersebut, bukan dari cerita mitologi.

Namun, jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sumatera, pembangunan stasiun dan jalur kereta di Palembang sedikit terlambat.

Bahkan, Pulau Jawa sendiri sudah memulainya sejak 1870, yang disusul Aceh (1874), Sumatra Utara (1886), dan Sumatra Barat (1891).

Sebelum bernama Kertapati, tempat pembangunan stasiun ini bernama Karang Berahi. Jika dibaca sekilas, besar kemungkinan nama Kertapati berasal dari kata-kata “kereta api”.

Meski begitu, nama stasiun ini justru tak ada hubungannya dengan tokoh lakon yang bernama Raden Inu Kertapati.

Pembangunan Stasiun Kertapati memerlukan lahan yang cukup luas. Penduduk yang berada di tempat itu harus dipindahkan.

Pemerintah Gemeente Palembang lantas memindahkan banyak kepala keluarga ke sebuah tempat di seberang Sungai Musi, tempat ini kemudian bernama Karang Anyar.

Pada awalnya, jalur kereta api Prabumulih–Kertapati beserta stasiun-stasiunnya, diresmikan pada tanggal 1 November 1915.

Peresemian tersebut dilakukan oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS), divisi dari Staatsspoorwegen (SS).

Tak lama setelahnya, pembangunan diarahkan ke Palembang, yang dibagi menjadi dua wilayah kerja yaitu Lampung dan Palembang.

Pada 22 Februari 1927, Palembang dan Bandar Lampung akhirnya terhubung, yang ditandai dengan peresmian segmen ke arah Blambangan Umpu oleh Kepala Jawatan SS.

Dengan menggunakan lebar sepur 1.067 mm, ZSS berhasil membangun jalur kereta api di rute Palembang–Bandar Lampung sejauh 529 kilometer.

Kesuksesan tersebut menginspirasi sebuah rencana besar untuk menghubungkan seluruh wilayah Sumatera dengan rel kereta api.
Sayangnya, depresi besar (malaise) yang terjadi di akhir dekade 1920-an menggagalkan rencana tersebut. (RC/Red)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Pungut Biaya, PT. Pengamanan Anak Bangsa Buka Lapangan Kerja Untuk Masyarakat
Pelaku Jambret Handphone Bocah 5 Tahun Di Gandus Terekam CCTV Rumah Warga
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Persiapan Kunjungan Idul Fitri 1447 H Di Rutan Palembang
Kapolda Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Dukung Program Nasional
Warga Sukamulya Geram, Tiba Tiba Muncul Klaim Tanah 11 Hektare Dan Ancaman Penggusuran
Pererat Kebersamaan Ramadan, HIPMI Sumsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
“Ngecup Tanah” Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Untuk Kolam Retensi Simpang Bandara. Ini Kata Ketua KKLDM!!!
PLN Soroti Kabel Provider Internet di Tiang Listrik, Warga Diminta Melapor Jika Berbahaya

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:38 WIB

Tak Pungut Biaya, PT. Pengamanan Anak Bangsa Buka Lapangan Kerja Untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Pelaku Jambret Handphone Bocah 5 Tahun Di Gandus Terekam CCTV Rumah Warga

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:28 WIB

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Persiapan Kunjungan Idul Fitri 1447 H Di Rutan Palembang

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:21 WIB

Kapolda Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Dukung Program Nasional

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:45 WIB

Warga Sukamulya Geram, Tiba Tiba Muncul Klaim Tanah 11 Hektare Dan Ancaman Penggusuran

Berita Terbaru