RADARCenter, Ogan Ilir- Panti Sosial Rehabilitasi Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (PSRAMPK) Indralaya terus memperkuat program pemberdayaan bagi anak-anak binaannya melalui kegiatan pelatihan keterampilan ,Selasa (28/10/2025)
salah satunya pelatihan menjahit. Program ini diikuti oleh sembilan peserta berusia 15 hingga 21 tahun yang berasal dari berbagai latar belakang sosial rentan.
Pelatihan berlangsung selama enam bulan dengan sistem wajib asrama. Peserta mengikuti kegiatan belajar setiap hari Senin hingga Jumat, mulai dari tahap pengenalan alat jahit, pembuatan pola dasar, teknik menggunting kain, hingga praktik menjahit berbagai jenis pakaian. Produk yang dihasilkan cukup beragam, seperti rok, kemeja, gamis, hingga celana panjang sebagai proyek akhir.
Keberadaan modul pembelajaran yang disusun secara sistematis membantu peserta memahami setiap tahapan secara bertahap. Selain fokus pada keterampilan teknis, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan pengembangan diri seperti olahraga, kesenian, organisasi, serta pembinaan karakter dan motivasi diri. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan peserta siap menghadapi kehidupan sosial dan pekerjaan setelah meninggalkan panti.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti penilaian bulanan serta evaluasi akhir berupa fashion show yang menampilkan hasil karya mereka sendiri. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong rasa percaya diri dan meningkatkan kebanggaan peserta atas keterampilan yang telah mereka kuasai.
Meskipun berjalan lancar, program ini masih menghadapi kendala, terutama dari sisi fasilitas. Jumlah mesin obras masih terbatas sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bergantian. Program menjahit di PSRAMPK Indralaya tentunya telah memberikan dampak positif. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menjahit memiliki peluang yang cukup luas bagi peserta untuk membangun kemandirian ekonomi.
Dengan pengembangan yang berkelanjutan, program pelatihan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi peserta untuk memperoleh keahlian, membangun karakter, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik. Pihak panti menargetkan agar program keterampilan seperti menjahit dapat terus dikembangkan dan menjadi jembatan bagi anak-anak binaan menuju kehidupan yang mandiri dan produktif.
Sumber : Maharani
Mahasiswa Universitas Sriwijaya ,jurusana pendidikan Masyarakat.
Pewarta : Emi




















