Diduga Kades Lambou Darul Ihsan Alergi Terhadap Wartawan, Kantor Desa Sering Tutup Di Hari Kerja. Ada Apa?

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Mandailing Natal – Pelayanan publik di Desa Lambou Darul Ihsan, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, menuai sorotan. Pasalnya, kantor desa yang seharusnya menjadi pusat administrasi dan layanan masyarakat itu dilaporkan sering tidak beroperasi meskipun pada hari kerja.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang merasa kesulitan mengurus berbagai keperluan administrasi. Tidak hanya itu, dugaan rendahnya kedisiplinan aparatur desa pun mencuat.

Untuk mengklarifikasi situasi tersebut, seorang wartawan mencoba menghubungi Kepala Desa Lambou Darul Ihsan melalui pesan WhatsApp. Namun, bukannya mendapat jawaban, nomor wartawan tersebut justru diduga diblokir oleh sang kepala desa.

Tak menyerah, wartawan kemudian menyambangi langsung kediaman kepala desa guna mendapatkan penjelasan. Sayangnya, ketika tiba di lokasi, wartawan hanya disambut oleh anak kepala desa yang menyatakan bahwa orang tuanya sedang tidak berada di rumah.

Sikap tertutup tersebut memunculkan dugaan bahwa kepala desa enggan memberikan keterangan kepada publik. Padahal, keterbukaan informasi merupakan salah satu bentuk akuntabilitas pejabat publik terhadap masyarakat.

Sejumlah warga berharap agar pihak kecamatan maupun pemerintah kabupaten segera turun tangan untuk memastikan pelayanan di desa berjalan sebagaimana mestinya. Mereka juga mendesak agar kepala desa bersikap lebih terbuka dan profesional dalam menjalankan tugas serta menjawab pertanyaan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa maupun Kecamatan Bukit Malintang mengenai persoalan tersebut. (RC/RED).

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teror Mafia Tambang “Pwg” Hantui Jurnalis Dan Aktivis Di Madina
Ironi Kotanopan. Kampung Para Tokoh Besar yang Dilecehkan Mafia Tambang Ilegal
Terlibat PETI Kotanopan, Bupati Madina Didesak Segera Copot Kades Singengu Julu
Pasok Eskavator Baru Di PETI Kotanopan, Cukong “PW” Dinilai Kangkangi Instruksi Kapolri. Mana Taji Kapolres Madina?
Pertanyaan Publik Belum Terjawab: Ada Apa Dengan Penanganan Dugaan Kasus Desa Simpang Koje?
Diduga Catut Nama Pemprov Sumut Soal PETI Kotanopan, Kades Singengu Julu Kembali “Bungkam”
Ketua Komisi IV DPRD Madina Buka Suara Soal Sengketa Informasi Desa, Salman Desak PMD Dan Inspektorat Bergerak
Sekjen SATMA AMPI Madina Antar Dumas Ke DENPOM I/BB, Desak Bongkar Dugaan Beking Tambang Emas Ilegal Di Madina

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:47 WIB

Teror Mafia Tambang “Pwg” Hantui Jurnalis Dan Aktivis Di Madina

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ironi Kotanopan. Kampung Para Tokoh Besar yang Dilecehkan Mafia Tambang Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:41 WIB

Terlibat PETI Kotanopan, Bupati Madina Didesak Segera Copot Kades Singengu Julu

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:48 WIB

Pasok Eskavator Baru Di PETI Kotanopan, Cukong “PW” Dinilai Kangkangi Instruksi Kapolri. Mana Taji Kapolres Madina?

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:16 WIB

Pertanyaan Publik Belum Terjawab: Ada Apa Dengan Penanganan Dugaan Kasus Desa Simpang Koje?

Berita Terbaru