RADARCenter, Muba– Peran insan pers dalam mendorong inovasi dan kemandirian ekonomi kembali mendapat pengakuan ditingkat internasional. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Musi Banyuasin, Andi Mustika, SE., C.BJ., C.EJ dinobatkan sebagai Best Innovator on Entrepreneurship pada ajang Kinerja Award 2026 yang digelar di Hotel Savero, Depok, Sabtu (31/01/2026).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kinerja Ekselen (Kinerja Group), lembaga independen yang secara rutin melakukan pemetaan kinerja, inovasi, dan dampak kepemimpinan di berbagai sektor, termasuk kewirausahaan, sosial, dan profesional.
Ajang Kinerja Award dikenal menggunakan pendekatan berbasis riset, survei publik, dan penilaian dampak (impact assessment). Ribuan responden dari berbagai latar belakang dilibatkan untuk menilai konsistensi inovasi, keberlanjutan program, serta kontribusi penerima penghargaan terhadap lingkungan sosial dan ekonomi.
Dalam penilaian tersebut, Andi Mustika dinilai berhasil mengembangkan pendekatan kewirausahaan yang terintegrasi dengan profesi jurnalistik.
Model ini menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu membangun ekosistem ekonomi yang mandiri, beretika, dan berorientasi pada pemberdayaan.
Acara penganugerahan turut dihadiri delegasi dan tokoh dari sejumlah negara Asia, antara lain Malaysia, Vietnam, Jepang, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Kehadiran perwakilan internasional ini memperkuat legitimasi penghargaan sekaligus membuka ruang jejaring lintas negara.
Sebagai tindak lanjut atas capaian tersebut, Andi Mustika juga menerima undangan resmi untuk menghadiri agenda internasional di Malaysia pada Mei 2026 mendatang.
Agenda ini direncanakan menjadi forum pertukaran gagasan, kolaborasi usaha, dan penguatan peran profesional dikawasan Asia Tenggara.
Penghargaan ini turut membawa nama Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Musi Banyuasin ke forum internasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi sumber daya manusia daerah mampu bersaing secara global apabila didukung inovasi, konsistensi, dan tata kelola yang profesional.
Dalam pernyataannya, Andi Mustika menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar capaian personal.
“Penghargaan ini adalah tanggung jawab moral. Ini menjadi pengingat bahwa insan pers harus terus berinovasi, mandiri, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa meninggalkan etika jurnalistik,” ujarnya.
Capaian ini diharapkan menjadi contoh edukatif bagi insan pers dan generasi muda, khususnya di daerah, bahwa profesi jurnalistik dapat berjalan seiring dengan kewirausahaan yang sehat dan transparan. Sinergi antara pers, inovasi, dan ekonomi dinilai menjadi salah satu kunci ketahanan profesi media di tengah tantangan era digital.
Dengan penghargaan ini, posisi Musi Banyuasin tidak hanya dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai daerah yang melahirkan tokoh pers inovatif dengan visi regional hingga internasional.
Pewarta : Indra Kusuma
Editor : Yopi




















