Feodalisme di Dunia Pendidikan: Warisan Lama di Tengah Era Digital

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Editorial – Kasus yang menimpa seorang pegawai P3K perempuan berinisial DF di salah satu SD Negeri kawasan Talang Kelapa, Palembang, bukan sekadar cerita kecil di lingkungan sekolah. Ia adalah potret utuh dari penyakit lama yang belum sembuh: feodalisme dalam dunia pendidikan.

Dunia pendidikan sejatinya adalah ruang untuk menanamkan nilai keadilan, integritas, dan meritokrasi. Namun kasus yang menimpa seorang pegawai P3K perempuan di salah satu SD Negeri kawasan Talang Kelapa, Palembang, membuka kembali luka lama tentang relasi kuasa dan praktik feodal yang masih bersembunyi di balik institusi pendidikan.

Ketika seseorang yang memiliki kedudukan struktural bisa dengan mudah menggeser pegawai tanpa dasar yang jelas, bahkan melanggar Surat Keputusan resmi Wali Kota dan Dinas Pendidikan, maka hal itu bukan lagi sekadar persoalan internal sekolah. Itu adalah indikasi penyalahgunaan wewenang, dan bila dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola sumber daya manusia di sektor publik.

Lebih ironis lagi, ketika korban justru diminta “menyelesaikan masalah secara kekeluargaan” atau diminta menghentikan pemberitaan, muncul pertanyaan mendasar:
Apakah jasa seseorang dapat menghapus hak korban untuk diperlakukan adil?
Apakah loyalitas personal lebih tinggi nilainya dibanding kepatuhan terhadap aturan?

Budaya semacam ini adalah bentuk feodalisme modern — di mana jabatan dan relasi digunakan sebagai tameng untuk menghindari tanggung jawab. Dunia pendidikan seharusnya menjadi pelopor dalam menegakkan prinsip kejujuran dan keterbukaan, bukan tempat persembunyian praktik “asal bapak senang”.

Era digital menuntut transparansi. Masyarakat kini tak lagi mudah dibungkam, karena fakta bisa lahir dari ruang publik virtual, bukan hanya dari meja rapat.
Dan ketika sistem resmi gagal menegakkan keadilan, publiklah yang akan menjadi hakim moral.

Pendidikan tanpa integritas hanya akan melahirkan generasi yang pandai bersembunyi di balik kekuasaan.
Kini, waktunya dunia pendidikan membersihkan dirinya — agar tidak lagi menjadi panggung bagi feodalisme yang menolak mati.

Pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan lembaga pengawas publik perlu menjadikan kasus semacam ini sebagai alarm pembenahan. Sebab, pendidikan yang sehat dimulai dari tata kelola yang berkeadilan.

Editorial RADAR center

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa Yang Tidak Ada Orang Tua Berhak Dapat Kesehatan, Kenapa Tiem Menghalangi Ikut Sosialisasi DBD Di SDN 204 Palembang
SMPN 25 Palembang Terima Bantuan Seragam Sekolah dari Pemkot Palembang
Cegah Penyebaran Virus Dengue, SD Negeri 98 Palembang Gelar Vaksinasi DBD
Pejabat PUPR Siap Turun ke Lokasi, Pemkot Palembang Merespons Keluhan Banjir Talang Jambe
Walikota dan Wawako Palembang Berikan Bantuan Seragam Sekolah Gratis Di SMPN 25 Palembang
Irjen Pol Andi Rian Pamit, Apresiasi Sinergi Polda Sumsel dan Pemprov
PLN Imbau Warga Gunakan Layanan Resmi Tambah Daya
Ketua Umum BPP BDN Konsolidasi Pengurus di Palembang, Tegaskan Peran BDN Bantu Dapur MBG

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:33 WIB

Siswa Yang Tidak Ada Orang Tua Berhak Dapat Kesehatan, Kenapa Tiem Menghalangi Ikut Sosialisasi DBD Di SDN 204 Palembang

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:27 WIB

SMPN 25 Palembang Terima Bantuan Seragam Sekolah dari Pemkot Palembang

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:28 WIB

Cegah Penyebaran Virus Dengue, SD Negeri 98 Palembang Gelar Vaksinasi DBD

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:36 WIB

Pejabat PUPR Siap Turun ke Lokasi, Pemkot Palembang Merespons Keluhan Banjir Talang Jambe

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:49 WIB

Walikota dan Wawako Palembang Berikan Bantuan Seragam Sekolah Gratis Di SMPN 25 Palembang

Berita Terbaru

Polda Sumatera Selatan

Profil Irjen Sandi Nugroho, Lulusan Akpol Peraih Adhi Makayasa 1995 

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:31 WIB