Mediasi Terkait Mosi Tidak Percaya Warga Di Kantor Camat Diwarnai Kisruh, Ketua Rt 45 Berkeras Tak Mau Mundur

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Palembang – Camat Kertapati Rifandi Putra menggelar mediasi terkait mosi tidak percaya warga Rt 45 Kelurahan Kemang Agung terhadap Ketua Rt 45, acara tersebut digelar diaula kantor Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Kamis (25/09/2025).

Mediasi tersebut sempat berlangsung kisruh dan tidak menemukan hasil yang diharapkan warga, Ketua Rt 45 Atika Sari memilih tetap bertahan dari jabatannya. Dengan adanya hal tersebut, sudah pasti menimbulkan kekecewaan warga.

Sebelumnya, mediasi seperti ini telah dilakukan dua kali yakni diruang kerja lurah Kemang Agung dan Musholla Mujahidin Rt 45.

Turut hadir dalam mediasi berlangsung Lurah Kemang Agung Budi Laksana, Kapolsek Kertapati diwakili Kanit Intel Ipda Darno, Perwakilan dari Buloq Zulian, Ketua LPMK, Ketua Panitia Pemilihan Rt/Rw dan puluhan warga yang sejak awal mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Rt 45.

Kisruh mulai terjadi saat perwakilan dari Buloq Zulian menyebutkan bahwa penerima Bansos berdasarkan data dari pusat, hal tersebut langsung di Stop warga. Sebab, kalau dilanjutkan pasti akan meluas.

Berdasarkan keterangan warga, Mosi tidak percaya tersebut bukan tanpa dasar. Selama lebih dari satu tahun kepemimpinan Ketua Rt yang ada, masyarakat mengaku tidak merasakan manfaat maupun bukti nyata dari kinerja Ketua Rt 45. Karena itu, warga secara bulat menyatakan tidak lagi menginginkan yang bersangkutan memimpin wilayah Rt 45.

Sebagai bentuk sikap kekecewaan, warga sepakat untuk tidak lagi mengurus administrasi melalui Ketua Rt, melainkan langsung ke kantor lurah. Bahkan, mereka menegaskan akan membawa urusan administrasi ke tingkat Kecamatan bila Ketua Rt tetap bersikeras bertahan.

Dalam mediasi ini, warga merasa sangat kesal. Karna Ketua Rt 45, Atika Sari kembali menolak mundur dan memilih mempertahankan jabatannya. Sementara dari pihak Kecamatan Kertapati dan lurah Kemang Agung tidak berani mengambil keputusan.

Pertemuan yang sejatinya diharapkan menjadi jawaban akhir atas tuntutan masyarakat justru kembali menemui jalan buntu.

“Demi terciptanya kondusifitas di lingkungan kami, masyarakat meminta agar Ketua Rt 45 segera diturunkan. Tapi sayangnya, hingga pertemuan ketiga ini, jawaban pemerintah setempat masih belum jelas,” kata salah seorang warga.

Situasi yang berlarut ini membuat warga semakin resah, mereka menilai pemerintah terkesan lamban merespons aspirasi yang sudah jelas disampaikan secara resmi. Warga pun berharap persoalan ini segera mendapat keputusan final demi menjaga ketertiban dan keharmonisan di lingkungan Rt 45 Kemang Agung.

Saat dikonfirmasi, Zulian perwakilan dari Buloq berusaha terus menghindar. Saat awak media menanyakan terkait peralihan nama penerima bantuan yang dialihkan oleh pihak Kelurahan, yang orangnya tidak ada (Meninggal, Pindah dan atau tidak ditemukan) apakah ada SOP nya dari pusat, tapi Ia tidak bisa memberikan jawaban.

“Kalau itu saya tidak tahu, kami disini hanya undangan, datang saja ke kantor,” ujarnya sambil berjalan cepat meninggalkan kantor Kecamatan Kertapati.

Dengan adanya Ia tidak mau memberikan jawaban dan selalu menghindar saat dikonfirmasi, kuat dugaan kalau peralihan penerima Bansos tersebut tidak ada SOP nya dari pusat. Takutnya bantuan tersebut dialihkan tidak tepat sasaran, karna pemerintah pusat memberikan bantuan tersebut dikhususkan bagi warga yang kurang mampu.

Pewarta : Yopi

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Pungut Biaya, PT. Pengamanan Anak Bangsa Buka Lapangan Kerja Untuk Masyarakat
Pelaku Jambret Handphone Bocah 5 Tahun Di Gandus Terekam CCTV Rumah Warga
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Persiapan Kunjungan Idul Fitri 1447 H Di Rutan Palembang
Kapolda Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Dukung Program Nasional
Warga Sukamulya Geram, Tiba Tiba Muncul Klaim Tanah 11 Hektare Dan Ancaman Penggusuran
Pererat Kebersamaan Ramadan, HIPMI Sumsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
“Ngecup Tanah” Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Untuk Kolam Retensi Simpang Bandara. Ini Kata Ketua KKLDM!!!
PLN Soroti Kabel Provider Internet di Tiang Listrik, Warga Diminta Melapor Jika Berbahaya

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:38 WIB

Tak Pungut Biaya, PT. Pengamanan Anak Bangsa Buka Lapangan Kerja Untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Pelaku Jambret Handphone Bocah 5 Tahun Di Gandus Terekam CCTV Rumah Warga

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:28 WIB

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Persiapan Kunjungan Idul Fitri 1447 H Di Rutan Palembang

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:21 WIB

Kapolda Sumsel Ajak Perguruan Tinggi Dukung Program Nasional

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:45 WIB

Warga Sukamulya Geram, Tiba Tiba Muncul Klaim Tanah 11 Hektare Dan Ancaman Penggusuran

Berita Terbaru