RADARCenter, LAHAT,– Mahasiswa Pendidikan Masyarakat (Penmas) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) di Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, pada 1 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Selama kegiatan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu perhatian mahasiswa adalah persoalan pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil pengamatan, masyarakat masih membuang sampah pada satu titik karena belum tersedia tempat penampungan yang memadai.
Sampah yang menumpuk menyebabkan bau tidak sedap, berserakan, dan sebagian masih dibakar. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa menjadikan pembuatan bak sampah sebagai program kerja utama.
Selain kegiatan lingkungan, mahasiswa mengadakan berbagai kegiatan bersama masyarakat dan anak-anak. Kegiatan tersebut meliputi lomba mewarnai, balap karung, joget balon, dorong sorong, serta malam keakraban. Kegiatan ini menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Perangai.
“Senang ada mahasiswa di sini. Ada kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat, terus ada lomba-lomba juga jadi suasananya lebih seru dan ramai. Warga juga bisa ikut berkumpul dan ikut kegiatan bersama,” ujar Niti, warga Desa Perangai.
Di lingkungan sekolah, mahasiswa melaksanakan edukasi Gerakan Anak Pintar Menabung, pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3, kolase biji-bijian, serta daur ulang sampah plastik. Kegiatan bagi masyarakat juga mencakup pembuatan pestisida alami, pengharum ruangan dari kopi, kain jumputan, dan gelang manik-manik.
Mahasiswa turut memberikan sosialisasi pencegahan pernikahan dini serta mendampingi pelaku UMKM dalam pemanfaatan media digital untuk promosi. Selain itu, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan mengaji bersama, gotong royong, dan posyandu.
Berbagai kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat. Bagi mahasiswa Penmas UNSRI, PLP menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu Pendidikan Masyarakat secara langsung sekaligus memahami kondisi dan kebutuhan warga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan mendorong masyarakat Desa Perangai untuk terus menjaga lingkungan, mengembangkan keterampilan, serta memanfaatkan potensi yang dimiliki. (RC/Emi)




















