Sejarah Talang Kelapa Di Era Penjajahan Dibawah Tiga Marga

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Sumatera Selatan– Mengenal lebih dekat tentang sejarah Talang Kelapa bermula dari era penjajahan dibawah tiga marga (Gasing, Kenten, Tanjung Lago), berkembang pesat setelah kemerdekaan menjadi kecamatan penyangga Palembang, mengalami pemekaran wilayah pada awal tahun 2000.

Pemekaran wilayah tersebut ditandai pembangunan infrastruktur seperti jembatan besi penghubung yang kini menjadikannya kawasan urban yang maju dengan budaya Palembang yang kental.

Sebelum kemerdekaan, Talang Kelapa dikuasai oleh tiga marga besar yakni Marga Gasing, Marga Kenten, dan Marga Tanjung Lago.

Setelah Indonesia merdeka, sistem marga dihapus dan diganti dengan sistem Kecamatan untuk pelayanan pemerintahan. Wilayah ini berkembang pesat, menyebabkan pemekaran kelurahan dan desa.

Contohnya, Kelurahan Kenten dimekarkan menjadi Kenten Laut dan Talang Keramat (2007), serta Sukajadi menjadi Tanah Mas dan Talang Buluh (2007).

Bukan itu saja, Desa Sungai Rengit juga dimekarkan menjadi Sungai Rengit dan Sungai Rengit Murni (2009). Talang Kelapa menjadi kawasan penyangga kota Palembang, yang memengaruhi perkembangan urban dan budaya, dengan penduduknya banyak menggunakan bahasa Palembang.

Awalnya Kecamatan Talang Kelapa adalah bagian dari Kabupaten Musi Banyuasin Banyuasin, wilayahnya mencakup kawasan Talang Kelapa, Tanjung Lago, dan sembilan kelurahan yang sekarang ada di wilayah kota Palembang yakni Kelurahan Talang Betutu, Alang Alang Lebar, Srijaya, Sukamaju, Sako, Sukarame, Talang Jambi, Talang Kelapa.

Sebelum dimekarkan beberapa kawasan Kecamatan Induk Talang Kelapa tercatat memiliki 19 desa, dan pusat pemerintahan berada di Kelurahan Sukareme dimana sekarang masuk dalam wilayah Kota Palembang.

Pengambil alihan sembilan desa di wilayah Musi Banyuasin ke Kota Palembang sekitar tahun 1998, maka pusat pemerintahan Kecamatan dipindahkan pemerintah Kabupaten Muba ke kawasan Desa Sukajadi.

Pada tahun 2002 Kabupaten Musi Banyuasin mulai dimekarkan menjadi Kabupaten Banyuasin, pada saat itu Kecamatan Talang Kelapa masuk bagian dari Kecamatan pemekaran Kabupaten Banyuasin.

Di masa-masa awal pemekaran Kabupaten Banyuasin, seluruh kawasan Tanjung Lago. merupakan bagian dari Kecamatan Talang Kelapa.

Namun pada pemerintahan Kabupaten Banyuasin, kecamatan ini dimekarkan dua wilayah, Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Tanjung Lago.

Pasca pemekaran Kecamatan Talang Kelapa, menyisahkan 7 wilayah desa dan kelurahan, yakni, Kelurahan Kenten, Desa Gasing, Kelurahan Sukajadi, Kelurahan Sukamoro, Kelurahn Air Batu, Desa Pangkalan Benteng dan Desa Sungai Rengit.

Pada tahun 2007 Kecamatan Talang Kelapa sejumlah wilayah kelurahan dan desa di Kecamatan ini mulai di mekarkan, yakni Kelurahan Kenten dimekarkan menjadi 3 wilayah, Kelurahan Talang Keramat, Desa Kenten Laut dan Kelurahan Kenten. Di bagian barat Kelurahan Sukajadi dimekarkan menjadi 3 wilayah yakni Kelurahan Tanah Mas, Desa Talang Buluh dan Kelurahan Sukajadi.

Pemekaran terakhir pada 2009 yakni Desa Sungai Rengit menjadi dua wilayah, Sungai Rengit dan Sungai Rengit Murni.

Dari jumlah pemekaran desa dan kelurahan yang dilakukan secara bertahap, maka total desa Kecamatan Talang Kelapa kini memiliki 12 desa dan kelurahan.

Kecamatan Talang Kelapa merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuasin dengan luas 439,43 kilometer persegi hingga 560,12 kilometer persegi dan Letak Kecamatan Talang Kelapa berbatasan langsung dengan enam Kecamatan, sebelah utara berbatasan Kecamatan Tanjung Lago dan Sako Palembang, sebelah selatan Kecamatan Gandus Palembang, sebelah barat Kecamatan Sembawa, sebelah timur Kecamatan Sukarame dan Alang-Alang Lebar Kota Palembang.

Kecamatan Talang Kelapa terdiri atas 12 wilayah, yakni 6 Desa, Sungai Rengit, Sungai Rengit Murni, Gasing, Pangkalan Benteng, Talang Buluh, dan Kenten Laut, dan 6 wilayah kelurahan, Air Batu, Sukamoro, Sukajadi, Tanah Mas, Talang Keramat, Kenten.

Pusat pemerintahan Kecamatan Talang Kelapa berada di Kelurahan Sukajadi, sedangkan titik keramaian berada di dua wilayah, Kelurahan Sukajadi dan Kelurahan Kenten, hal ini dikarenakan didua wilayah ini terdapat pusat pemukiman dan pertokoan, dan memiliki akses yang mudah seperti Jalan Palembang – Betung di Sukajadi dan Jalan Pangeran Ayin di Kelurahan Kenten. Kedua jalan ini langsung menuju kota Palembang.

Kecamatan Talang Kelapa berada diperbatasan yang notabenenya menempel Kota Palembang sehingga sebagian besarnya berbudaya dan berbahasa Palembang.

Bahkan hampir tidak ditemui penduduk menggunakan khas dialek daerah Talang Kelapa, selain berbahasa Palembang.
Kecamatan Talang Kelapa yakni jalur urat nadi perekonomian perbatasan mulai dari kawasan Sukajadi ruas kilometer 13 sampai kilometer 20, Jalan Palembang – Betung.

Adapun diwilayah Kenten – Palembang terdapat ruas Jalan Pangeran Ayin yang menghubungkan langsung dibagian wilayah kota Palembang, dan satu lagi kawasan yang baru berkembang, yakni wilayah Gasing yang merupakan kawasan industri di Jalan Poros Tanjung Api-Api

Kemajuan yang begitu cepat di Kecamatan Talang Kelapa, serta posisinya yang berada diperbatasan, sehingga wilayah ini menjadi kawasan Kecamatan berpenduduk urban, dan Kecamatan penyangga perkotaan.

Cepatnya pembangunan disegala bidang dalam wilayah kecamatan ini, membuat Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dijuluki Kecamatan penyangga perbatasan kota Palembang yang berhasil dan sukses, memanfaatkan posisinya diperbatasan kota untuk mendongkrak kemajuan wilayahnya.
(RC/Red)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIGM Palembang Menggelar Open Campus Dan Dies Natalis Ke-18 Tahun 2026
DPD AMKI Sumsel Dilantik, Fredi Kurniawan Diberi Mandat Nakhodai AMKI Ogan Ilir
Sejarah Asal Usul Lubuk Raman Di Wilayah Kabupaten Muara Enim, Desa Bersejarah Berusia 461 Tahun
Ir. H. Mawardi Yahya Salah Satu Tokoh Pelopor Sejarah Terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir
Skandal KUR Fiktif Rugikan Negara 11,4 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru, Oknum ASN Pemkab Ogan Ilir Di Tahan
Simulasi Legislasi hingga Kepala Daerah, Program Remaja Bernegara Resmi Digelar di Sumsel
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Muba, Herman Deru Minta Aktivitas Ditertibkan
Polda Sumsel Kawal Pemulangan 14 Warga Palembang Korban Dugaan TPPO Dari Kamboja

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:57 WIB

UIGM Palembang Menggelar Open Campus Dan Dies Natalis Ke-18 Tahun 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:19 WIB

DPD AMKI Sumsel Dilantik, Fredi Kurniawan Diberi Mandat Nakhodai AMKI Ogan Ilir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:28 WIB

Sejarah Asal Usul Lubuk Raman Di Wilayah Kabupaten Muara Enim, Desa Bersejarah Berusia 461 Tahun

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:36 WIB

Ir. H. Mawardi Yahya Salah Satu Tokoh Pelopor Sejarah Terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:40 WIB

Skandal KUR Fiktif Rugikan Negara 11,4 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru, Oknum ASN Pemkab Ogan Ilir Di Tahan

Berita Terbaru

Kota Palembang

Sebanyak 695 Peserta Ramaikan MTQ Sumsel 2026 Di Lahat

Sabtu, 20 Jun 2026 - 15:04 WIB