RADARCenter, PALEMBANG (21/10/2025) — Sanggar Citra Sriwijaya yang berlokasi di Jalan Inspektur Marzuki, Simpang Wirajaya II, Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, terus memperkuat perannya dalam pelestarian seni tari tradisional Sumatera Selatan melalui pengembangan program pembelajaran dan peningkatan kebutuhan belajar penari.
Sanggar yang berdiri sejak (23/11/2000) ini menjadi tempat pembinaan bagi remaja berusia 13 hingga 24 tahun dengan latihan yang berlangsung rutin setiap Jumat.
Kegiatan pembelajaran tari berlangsung secara praktik langsung, dimana instruktur memperagakan gerakan dan peserta menirukannya.
Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode demonstrasi tanpa dukungan kurikulum terstruktur.
Peserta sering berlatih menyesuaikan kebutuhan jangka pendek seperti persiapan pentas atau perlombaan, sehingga peningkatan kemampuan jangka panjang belum sepenuhnya optimal.
Ketua sanggar menyampaikan bahwa meskipun antusiasme peserta tinggi, fasilitas pendukung latihan masih perlu ditingkatkan. Keterbatasan cermin, ruang latihan yang sederhana, serta minimnya sarana penyimpanan properti tari membuat proses pembelajaran belum berjalan maksimal.
“Peserta memiliki semangat besar untuk belajar, tetapi kami tentu perlu meningkatkan fasilitas agar pembinaan berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Selain itu, pada hasil observasi mencatat adanya kendala dalam pemahaman peserta terkait makna filosofi gerak tari, sejarah budaya, serta kurangnya latihan improvisasi. Peserta dinilai masih cenderung mengikuti gerak secara hafalan tanpa memahami nilai budaya yang terkandung.
Pengembangan kreativitas dan pembiasaan eksplorasi gerak juga belum maksimal karena pembelajaran lebih terfokus pada rutinitas latihan fisik.
Meski demikian, Sanggar Citra Sriwijaya memiliki potensi besar untuk berkembang. Jumlah peserta muda cukup banyak, pelatih berpengalaman, serta adanya dukungan masyarakat terhadap pelestarian budaya daerah.
Berbagai event seni seperti festival budaya dan pentas lokal menjadi ruang tampil bagi para penari untuk mengembangkan kemampuan panggung mereka.
Sebagai tindak lanjut, sanggar merencanakan program penguatan teknik dasar, pemberian kelas teori budaya, workshop improvisasi, hingga dokumentasi gerak menggunakan video tutorial.
Evaluasi berkala oleh pelatih juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memantau perkembangan masing-masing peserta.
Melalui program-program tersebut, Sanggar Citra Sriwijaya berharap dapat menciptakan proses pembinaan seni tari yang lebih terarah, kreatif, dan berkelanjutan sehingga seni tari tradisional Sumatera Selatan tetap terjaga di tengah berkembangnya budaya modern.
Sumber ; Elsya Dwi Julysa Putri : mahasiswa unsri jurusan pendidikan masyarakat.
Pewarta : Emi




















