Diduga Korban Pengeroyokan, Ibu Dan Anak Yatim Warga Desa Sukaramai Minta Pertolongan Polisi

- Jurnalis

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, MADINA– Seorang janda dan anaknya masih dibawah umur warga desa Sukaramai kecamatan panyabungan utara kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara diduga karena masalah sepele dikroyok dan diancam dibunuh berujung dipolisikan.

“Awal mulanya kami memasak untuk Nazar dibelakang rumah kami pada hari lebaran kemaren, jadi dia keberatan katanya tanah tempat kami memasak itu milik dia lalu kami minta maaf akan tetapi si BS marah dan memukul tangan kanan dengan sepotong kayu lalu menarik rambut saya dan mencekik leher saya,” Ungkap Nur Ani (47) warga Sukaramai Kecamatan Panyabungan Utara Madina sambil menangis, senin (28/04/2025).

Ironisnya kata Nur Hana diduga korban pengeroyokan itu, selain dirinya yang dipukul dan dicekik bahkan diancam dibunuh oleh BS (60) juga warga Desa Sukaramai atau tetangga korban sempat direlai oleh kakaknya bernama Nurhana menjadi ikut korban pemukulan serta anknya yang masih duduk dibangku sekolah Kelas Pesantren atau kelas VII.

“Aku yang mencoba memisahkan pemukulan itu ikut dikeroyok Si Burhanuddin itu bersama dua orang anknya sampe-sampe anak saya ketakutan mencoba melindungi dari amukan orang itu ikut dipukuli sampai mulutnya berdarah,” tambah Nur Hana (48) warga Sukaramai.

Paling sakitnya, dibeberkan Nur Hana pada saat kejadian itu, MS salah seorang dari 2 anak BS diduga ikut pelaku pengeroyokan itu sempat mengancam dirinya dengan sebilah pisau yang disuruh BS untuk membunuh dirinya.

“Saya sempat berlari karena dia mengeluarkan pisau pemotong karet untuk membunuh saya dan saya jelas mendengar kata dari BS menyuruh anaknya membunuh saya dan paling sakitnya anak saya A (13) digebukin dengan tiga orang itu sampai tidak berdaya,” Benernya, sambil meneteskan air mata.

Dengan kejadian itu, Nur Hana dan Nur Ani sempat melaporkan prihal itu kepada Kepala Desa setempat, namun kepala desa menyebutkan jika permasalahan itu dilaporkan pihak korban ke pihak berwajib dirinya tidak mau tau dan menutup mata.

“Setelah kejadian itu rumah kami setiap malam sering dilempar baru keatas atap rumah dan sering kami melihat itu dilakukan oleh anak BS bahkan sampah pelepah sawit dibuang kebelakang rumah kami sehingga pintu dapur rumah kami tidak bisa lagi dibuka,” Bebernya.

Seterusnya, dihari yang sama kedua perempuan dan satu anak dibawah umur itu melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Madina dengan nomor STPL/133/IV/2025/SPKT/Polres Mandailing Natal/ Polda Sumut yang ditanda tangani Kanit SPKT Polres Madina Kanit I Aipda Guntur M.S.F. Hutapea.

“Kami berharap pihak polres Madina segera menangkap pelaku disuga pengeroyokan yang dialami kakak saya dan keponakan saya yang masih dibawah umur, sedih rasanya melihat keponakan saya sampai mengalami trauma dan ini kami serahkan pihak Polres Sepenuhnya dan kami yakin mereka Profesional” harap Ali Sati Adik Kandung Korban.

Kades Sukaramai hingga berita ini dibuat belum memberikan komentar tanggapan dan penjelasan atas kejadian itu.  (Magrifatulloh)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.
Dugaan Oknum PNS Dinas KB Lingga Bayu Terlibat PETI dan Penampungan Emas Disorot
20 Siswa Di Madina Tumbang, Dilarikan Ke Puskesmas
Misteri Kematian Anak Di Siabu, Kepala SMPN 3 Siabu Enggan Klarifikasi Status Satpam
Rp1,03 Miliar Revitalisasi SDN 018 Lumban Pinasa Disorot, Komisi I Tegaskan Tak Boleh Dialihkan Ke Pihak Ketiga
Bendahara SATMA AMPI Madina Desak Bupati Periksa Kades Dan BPD Muara Batang Angkola, Dugaan Pengutipan 5 Persen Peti Harus Diusut
SATMA AMPI Madina Soroti Dugaan Keterlibatan Kades Rantopanjang dalam PETI: Satgas Jangan Hanya Rapat Dan Susun Rencana
Program Revitalisasi SDN 018 LP, Redaksi Media Online Serahkan Surat Konfirmasi Kepada Ketua Komisi 1 DPRD Mandailing Natal

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:55 WIB

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Selasa, 15 September 2026 - 08:44 WIB

Dugaan Oknum PNS Dinas KB Lingga Bayu Terlibat PETI dan Penampungan Emas Disorot

Kamis, 10 September 2026 - 13:33 WIB

20 Siswa Di Madina Tumbang, Dilarikan Ke Puskesmas

Jumat, 4 September 2026 - 17:17 WIB

Misteri Kematian Anak Di Siabu, Kepala SMPN 3 Siabu Enggan Klarifikasi Status Satpam

Kamis, 3 September 2026 - 14:28 WIB

Rp1,03 Miliar Revitalisasi SDN 018 Lumban Pinasa Disorot, Komisi I Tegaskan Tak Boleh Dialihkan Ke Pihak Ketiga

Berita Terbaru

Mandailing Natal

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:55 WIB