RADARCenter, KABUPATEN BEKASI – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi yang tinggal menghitung hari pada 20 September 2026, suasana di Kecamatan Karang Bahagia justru jauh dari kata siap. Di saat-saat krusial H-2, dana anggaran Pilkades yang menjadi napas utama perhelatan tersebut belum juga diterima oleh panitia hingga detik ini. Jumat (18/09/2026)
Kondisi ini memicu kepanikan luar biasa. Pasalnya, segunung kebutuhan logistik mendesak tak lagi bisa ditunda, mulai dari pencetakan surat suara, surat undangan pemilih, pemasangan tenda, alat tulis kantor (ATK) TPS, hingga pemesanan konsumsi dan kepastian honor bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Kekalutan paling menyayat hati dirasakan langsung oleh para panitia di lapangan. Salah satu anggota panitia bahkan mengaku harus menghabiskan waktunya sejak pagi buta dengan duduk terpaku di depan bank demi menanti kejelasan dana yang tak kunjung datang.
“Dari pagi saya standby di Bank BJB nunggu duit masuk, takut nggak kebagian. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Kecamatan Karang Bahagia, apa mungkin diundur ini Pilkades-nya?” ungkap panitia tersebut dengan nada putus asa.
Kelambanan birokrasi Pemerintah Kabupaten Bekasi ini menuai tanda tanya besar dari berbagai pihak di tingkat lokal. Publik dan panitia menilai ada yang tidak beres dengan manajemen anggaran daerah, mengingat waktu pencoblosan sudah di depan mata.
Ketidakpastian ini tidak hanya memukul mental para panitia yang bekerja tanpa pamrih, tetapi juga mengancam marwah demokrasi di tingkat desa. Jika anggaran tidak segera cair dalam hitungan jam, ancaman penundaan Pilkades di Kecamatan Karang Bahagia bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sebuah keniscayaan yang terpampang nyata.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia lokal masih terus berjuang di tengah ketidakpastian, sementara warga desa menuntut ketegasan sikap serta tanggung jawab penuh dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera mencairkan anggaran tersebut tanpa ada alasan lagi.
Pewarta : Hasrul
Editor : Yopi Lubrex




















