RADARCenter, OGAN ILIR – Musibah kebakaran terjadi di Dusun 3, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Kebakaran menghanguskan dua rumah dan mengakibatkan seorang lansia berusia 95 tahun meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Musa bin Toyib, 95 tahun, yang tinggal seorang diri di salah satu rumah. Korban diketahui telah mengalami stroke selama kurang lebih lima tahun dan tinggal di rumah panggung yang sebagian besar berbahan kayu.
Sementara rumah lainnya dihuni Mat Dani (70), seorang petani, bersama Kartila (53), yang keduanya berhasil selamat dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan penanganan awal di lokasi, api diduga berasal dari rumah Musa. Dugaan sementara sumber api berasal dari rokok atau obat nyamuk bakar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bagian dari pemeriksaan petugas.
Kondisi rumah korban yang merupakan rumah panggung dengan dominasi material kayu membuat api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Mendapat informasi kejadian tersebut, Personel Piket Regu V Satreskrim Polres Ogan Ilir bersama Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dan memastikan kondisi lokasi pascakebakaran.
Selain melakukan olah TKP, petugas memasang garis polisi, meminta keterangan sejumlah saksi, melakukan evakuasi korban serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Proses pemadaman melibatkan petugas Damkar, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pulau Semambu serta masyarakat sekitar. Penanganan dilakukan secara bersama-sama agar api tidak semakin meluas.
Jenazah korban kemudian dibawa oleh keluarga ke rumah anak korban untuk selanjutnya dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan tidak menuntut dilakukan proses hukum terkait peristiwa tersebut.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap sumber api, termasuk rokok, obat nyamuk bakar, kompor maupun peralatan listrik. Pastikan semuanya benar-benar aman sebelum ditinggalkan,” ujar AKBP Rizka Aprianti.
Kapolres juga mengingatkan keluarga untuk memberikan perhatian dan pendampingan kepada anggota keluarga yang membutuhkan, khususnya lansia maupun warga yang memiliki keterbatasan dalam bergerak.
“Perhatian keluarga sangat penting, terutama bagi lansia maupun warga yang sedang sakit. Pastikan kondisi mereka aman dan tidak ada sumber api yang masih menyala sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat,” imbaunya.
Polres Ogan Ilir mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan kebakaran, mulai dari petugas pemadam, BPBD, Manggala Agni, MPA hingga masyarakat sekitar yang bersama-sama membantu proses pemadaman dan evakuasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kelalaian terhadap sumber api sekecil apa pun dapat menimbulkan dampak besar, terlebih pada bangunan yang mudah terbakar.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi Lubrex




















