RADARCenter, Ogan Ilir– Mewakili Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Dicky Syailendra S.Sos,. M.Si menghadiri Workshop Peningkatan Tata Kelola Dana Desa (DD) dengan tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas Dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa” (Kerjasama BPKP-DPR RI-Kab OI). Senin (26/07/2026)

Acara tersebut digelar di pedopoan Bupati, yang berlokasi di KPT Tanjung Senai, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Dan dihadiri oleh Kepala perwakilan BPKP Sumsel Supriyadi, SE,.Ak,.MM, anggota DPD RI Amaliah Sobli, S,Kg,.M.B.A, Camat se-Kabupaten Ogan Ilir, Kades/Lurah se- Kabupaten Ogan Ilir, BPD dan tamu undangan lainnya.

Saat di Konfirmasi awak media, anggota DPD RI Hj.Amaliah Sobli, S.Kg,.M.B.A mengatakan dengan adanya kegiatan tersebut para Kepala desa dalam menggunakan anggaran Dana Desa lebih transparan dan akuntabel.
“Untuk para Kepala Desa, Kita tahu pengurangan Dana Desa cukup banyak, tapi jangan patah semangat dengan Dana Desa yang cukup ini, semoga bisa berjalan dengan baik. Maka dengan adanya Workshop ini, nantinya tidak ada temuan, jangan sampai Dana yang berkurang ini sampai ada temuan,” katanya kepada awak media.
Ditempat yang sama Kepala perwakilan BPKP Sumsel Supriyadi, SE,.Ak,.MM menyampaikan agar Dana Desa yang ada tersebut dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.
“Tadi Pak Sekda telah menyampaikan dengan adanya Dana Desa sekarang ini, ada pembangunan pembangunan insprastruktur yang sampai saat mungkin belum ditangani oleh pemerintah daerah baik Kabupaten, Provinsi maupun Pusat, bisa dirasakan misalnya perbaikan jalan kecil, irigasi dan yang lainnya, betul betul pemberdayaan masyarakat desa,” terangnya.
Ia juga berharap agar penggunaan APBDes ini untuk lebih baik lagi dan jangan sampai terjadi kasus kasus seperti ditempat lain. Sampai saat ini kasus kasus di Sumsel cukup lumayan, perlu di ingat lagi untuk Provinsi Sumsel digilir KPK termasuk indikator rentan.
“Rentan itu paling rendah di 73, nilai untuk Sumsel itu 60 sekian, jadi dengan demikian perlu kewaspadaan dari semua pihak. Diantaranya dari desa desa sendiri yang mungkin ada dibeberapa Kepala desa atau aparat desa yang mungkin kompensinya belum tahu, kalau masih ragu ragu silahkan tanya dengan BPKP,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Ogan Ilir Dicky Syailendra, S.Sos,.M.Si juga berharap dengan adanya kegiatan yang di ikuti oleh 227 desa tersebut, para Kades dapat pencerahan, sehingga penggunaan Dana Desa lebih optimal dan lebih tepat lagi.
“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan dengan sukses, kegiatan dari DPD kita dampingi, mudah mudahan membuka hasanah atau wawasan Kepala desa, pengelolaan Dana Desa lebih optimal lagi,” pungkasnya.
Pewarta : Yopi Lubrex




















