RADARCenter, Palembang (24/06/2026) —Sebanyak 165 perkebunan kelapa sawit dari Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin mengikutin pelatihan budidaya kelapa sawit, program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit tahun 2026 angkatan 1-V yang di selenggarakan oleh direktorat jendral perkebunan kementerian pertanian bersama badan pengelola dana perkebunan (BPDP) dan PT. Sumber Daya Indonesia Berjaya (SiB). .
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempersempit kesenjangan produktivitas perkebunan sawit rakyat yang hinga kini masih berada di bawah potensi optimal. .
Direktur utama PT. SIB, Andi Yusuf Akbar mengatakan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan teknis perserta, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan perilaku dalam mengelolah usaha perkebunan secara profesional dan berkelanjutan. .
“Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta secara menyeluruh, mulai dari aspek pengetahuan, sikap, hingga keterampilan teknis dilapangan,” kata Andi Yusuf saat membuka kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada direktorat jenderal perkebunan BPDP, dinas perkebunan kabupaten Musi Banyuasin, serta berbagai kelembagaan perkebunan yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Andi, PT. SiB selama enam tahun terakhir di percaya oleh direktorat jenderal perkebunan dan BPDP untuk melaksanakan berbagai program pengembangan kapasitas SDM perkebunan diberbagai daerah. . .
Pelatihan kali ini di ikuti 165 peserta yang telah memperoleh rekomendasi terkait dari direktorat jenderal perkebunan dan BPDP, sebanyak 76 peserta berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin dan 89 peserta berasal dari Kabupaten Banyuasin. .
Seluruh proses pembelajaran mengacu pada pedoman teknis yang di tetapkan pemerintah, mulai dari materi , modal hingga silabus pelatihan. .
Untuk mendukung proses pembelajaran, PT. SiB menghadirikan sejumlah tenaga ahli dari praktis perkebunan, antara lain prof. dr .ir.Hariyadi sebagai Nara sumber utama direktur teknis PT. SiB.
“Peserta akan belajar tidak hanya dari praktis yang sudah berhasil di tetapkan oleh perkebunan yang telah tersertifikasi,” ujar Andi.
Produktivitas rata rata kebun sawit rakyat saat ini masih berada pada kisaran 3,3 hingga 3,5 ton minyak sawit perhektar, pertahun angka tersebut masih jauh dibawah potensi yang sebenarnya. Dapat dicapai yakni sekitar 5 hingga 6 ton perhektar, pertahun.
“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti pada tataran teori harus diterapkan dilapangan dan dibagian kepada perkebunan lainya, agar manfaatnya semangkin luas,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, diharapkan menjadi salah satu langkah kongret dalam meningkatkan produktivitas sawit rakyat, sekaligus mempersiapkan perkebunan menghadapi di tengah tuntutan pasar global yang semangkin ketat.
Peningkatan kapasitas manusia di nilai menjadi inventasi jangka panjang yang menentukan masa depan industri sawit di Indonesia. (RC/Red)




















