RADARCenter, OGAN ILIR — Menyusul telah munculnya beberapa warga yang terdampak dan terjangkit wabah Demam Berdarah. Puskesmas Kerinjing, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, melaksanakan kegiatan penyemprotan kabut atau fogging.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Selasa, (11/08/2026), dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di seputaran lingkungan warga yang terdampak serta lingkungan sekolah.
Kegiatan fogging ini dilaksanakan diwilayah Desa Talang Balai Baru I dan Desa Talang Balai Baru II. Penyemprotan difokuskan di seputaran rumah warga yang sudah terdampak penyakit, termasuk pula di lingkungan sekolah,
Mengingat salah satu siswa SMP Negeri 2 Talang Balai juga turut terdampak, saat ini kondisi siswa tersebut sudah pulih dan sehat kembali.
Turut hadir dan memantau langsung pelaksanaan kegiatan penyemprotan Kepala Desa Talang Balai Baru I, Heri Mulyanto didampingi oleh Bidan Desa Talang Balai Baru I, serta staf Puskesmas Kerinjing.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan pihak desa dan tenaga kesehatan dalam menangani serta mencegah meluasnya wabah Demam Berdarah diwilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Puskesmas Kerinjing, Dokter Lidya Fitriyanti memberikan keterangannya kepada awak media. Ia menyampaikan bahwa penanganan wabah Demam Berdarah harus didukung penuh oleh kesadaran masyarakat.
“Pemberantasan dan pencegahan Demam Berdarah setidaknya diawali dari masyarakat itu sendiri. Yang pokok utama, sarang nyamuk di sekitar rumah harus diberantas terlebih dahulu. Jangan sampai ada air yang menggenang, karena itulah tempat berkembang biaknya nyamuk penular penyakit,” tegas Dokter Lidya Fitriyanti.
Dokter Lidya Fitriyanti juga menghimbau agar warga menindaklanjuti dan melaksanakan gerakan 5M, yaitu: Menjaga kebersihan lingkungan, Menutup tempat penampungan air, Menguras tempat penampungan air secara rutin, Mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
“Pencegahan paling efektif adalah dari rumah masing-masing, mari kita laksanakan 5M dengan disiplin,” tambah beliau.
Dokter Lidya juga menyampaikan hal yang menarik terkait kondisi cuaca saat ini.
“Biasanya wabah Demam Berdarah itu terjadi pada saat cuaca lembab, seperti pasca turun hujan. Namun yang terasa agak berbeda saat ini, justru cuaca sedang terasa panas terik, namun wabah ini tetap muncul,” ungkapnya.
Kondisi ini lanjutnya, menjadi perhatian agar masyarakat tetap waspada, karena nyamuk penular penyakit tetap bisa berkembang biak di tempat tempat penampungan air di dalam maupun di sekitar rumah.
Kegiatan fogging ini diharapkan dapat menekan jumlah nyamuk penular penyakit di kedua desa tersebut, sehingga wabah Demam Berdarah dapat segera terkendali dan tidak menambah korban baru.
Pihak Puskesmas juga terus mengimbau agar seluruh warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melaksanakan gerakan 5M di rumah masing-masing.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi Lubrex




















