Mendes Yandri Usul Dominasi Desa oleh Kopdes, Minimarket Diminta Setop Ekspansi

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengusulkan agar ekspansi jaringan minimarket dihentikan apabila Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah berjalan optimal di seluruh desa.

Pernyataan itu disampaikan Yandri dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 12 November 2025.

Dalam forum tersebut, Yandri menegaskan pemerintah harus berpihak pada ekonomi masyarakat desa. Ia menilai, keberadaan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang terus berkembang hingga ke pelosok desa berpotensi menjadi ancaman bagi pertumbuhan Kopdes Merah Putih.

Menurutnya, jumlah gerai minimarket yang telah menembus lebih dari 20.000 unit menunjukkan dominasi pasar yang sangat besar.

Ia bahkan menyebut ekspansi tersebut sudah terlalu merajalela dan menciptakan persaingan yang tidak seimbang dengan koperasi desa yang masih dalam tahap penguatan.

“Kalau Kopdes sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” tegas Yandri.

Ia menilai, membangun Kopdes tanpa mengendalikan ekspansi ritel modern hanya akan membuat koperasi sulit bersaing secara “apple to apple” dengan perusahaan besar yang telah lama menguasai pasar.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan dukungan terhadap penguatan ekonomi desa melalui Kopdes maupun BUMDes. Lararus berharap desa dapat didominasi oleh usaha milik masyarakat sendiri, bukan pihak luar.

Namun demikian, Lasarus mengingatkan bahwa kebijakan pembatasan minimarket tidaklah mudah. Lararus meminta Menteri Desa menyiapkan roadmap atau peta jalan yang jelas terkait langkah pemerintah dalam mengendalikan dominasi ritel modern di desa.

Lasarus juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menghadapi tantangan besar dari pelaku usaha.

Karena itu, menurutnya, strategi yang matang dan pendekatan yang bijak sangat diperlukan agar tujuan penguatan ekonomi desa dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.

Pernyataan Mendes ini memicu perdebatan publik mengenai keseimbangan antara perlindungan ekonomi desa dan iklim investasi ritel modern di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com.

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maraknya Anak Anak Main Mercon, Masyarakat Kahwatir Takut Terjadi Hal Hal Yang Tidak Di Inginkan
Diduga Keterlibatan Ibu Dan Anak, Polisi Ungkap Komplotan Bobol Rumah PNS Yang Hilang 23 Suku Emas Di Oi
Selamatkan 4100 Jiwa, Polres Ogan Ilir Musnakan Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi dengan Cara Diblender
Warga Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemkab Ogan Ilir, Jembatan  Desa Babatan Saudagar Berdiri Kokoh Selesai Di Bangun
Polsek Tanjung Raja Ungkap Kasus Pengeroyokan Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia
Kartu PBI Nonaktif? Ini Penjelasan, Cara Reaktivasi, dan Respons Pemerintah di BPJS Kesehatan
Menyalakan Cahaya Ramadhan, Yayasan Kauny Insanul Quran Palembang Hadirkan Senyum untuk Santri, Yatim, dan Lansia
Perkelahian Berujung Maut Di Desa Talang Balai Lama, 1 Warga Meninggal Dunia Dan 1 Lagi Masih Dirawat Di Rumah Sakit

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:10 WIB

Mendes Yandri Usul Dominasi Desa oleh Kopdes, Minimarket Diminta Setop Ekspansi

Jumat, 20 Februari 2026 - 12:38 WIB

Maraknya Anak Anak Main Mercon, Masyarakat Kahwatir Takut Terjadi Hal Hal Yang Tidak Di Inginkan

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:13 WIB

Diduga Keterlibatan Ibu Dan Anak, Polisi Ungkap Komplotan Bobol Rumah PNS Yang Hilang 23 Suku Emas Di Oi

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:49 WIB

Selamatkan 4100 Jiwa, Polres Ogan Ilir Musnakan Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi dengan Cara Diblender

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:42 WIB

Warga Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemkab Ogan Ilir, Jembatan  Desa Babatan Saudagar Berdiri Kokoh Selesai Di Bangun

Berita Terbaru