RADARCenter, Palembang– Mendengar desas dedus baru baru ini bahwa progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 204 Palembang yang berlokasi di Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, tidak menerima pendistribusian MBG dengan alasan siswa libur.

Dalam pengumuman yang diteruskan pada group group kelas tersebut menyebutkan “Dikarenakan dana periode hari libur belum turun maka kami SPPG Kemas Rindo belum bisa mendistribusikan MBG dihari libur, mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya”. Pengumuman tersebut belum jelas dari mana, apakah dari pihak sekolah atau pihak sekolah dapat dari SPPG terkait.
Padahal sesuai ketentuan yang ada, program MBG tetap berjalan saat libur sekolah, termasuk setelah pembagian rapot, dan biasanya memberikan makanan secara rapel (sekaligus untuk beberapa hari) atau dengan skema lain di sekolah, meskipun siswa tidak masuk sekolah setiap hari, jadi anak sekolah tetap bisa mendapatkannya selama libur sekolah.
Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Affan Prafanca mengatakan bahwa selama masa libur sekolah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan.
Pendistribusian dilakukan dengan pola yang berbeda dari hari sekolah biasa. Berdasarkan hasil rapat bersama Badan Gizi Nasional dan dapur SPPG, disepakati pola distribusi menu MBG ini dengan dua pola distribusi yakni makanan basah atau ompreng diberikan di hari Senin dan Kamis atau dua kali seminggu selama libur sekolah.
Dan sisa harinya diberikan makanan kering yang diberikan pada hari Senin untuk Selasa dan Rabu yang didistribusikan bersama pada Senin. Sedangkan makanan kering untuk Jumat dan Sabtu didistribusikan bersama pada saat pengiriman makanan ompreng Rabu.
“Namun pendistribusian ini tidak ada paksaan, apabila pihak sekolah memang ingin libur, tidak menerima MBG silahkan. Tapi jika ingin tetap menerima MBG juga tidak masalah dan dipersilahkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang beberapa hari lalu kepada wartawan.
Pada saat awak media mendatangi langsung dapur MBG terkait, untuk minta keterangan langsung dari Kepala SPPG terkait edaran yang ada di group group kelas di SD Negeri 204 Palembang. Tapi Ia tidak ada ditempat, hanya ada Satpam Eko bersama satu orang anggota SPPG diruangan tersebut.
“Tergantung anggaran, klu anggaran turun dari pusat dihari libur ini, maka dapur kami akan terus mensuplay MBG di SD Negeri 204 Palembang, tentu dengan pola yang berubah, kami akan melakukan penyuplayan makanan kering, tidak ada hari libur bagi dapur kami, tergantung anggaran turun,” ucap Eko. Rabu (24/12/2025)
Diwaktu yang berbeda, Irawan Koordinator Forum Koalisi Pers Sumsel menegaskan bahwa tidak ada istilah SPPG libur dalam pendistribusian MBG ke sekolah dengan alasan anggaran belum turun.
“Ini adalah program Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, yang mana anggarannya telah disiapkan untuk masing masing dapur, kalau alasannya tergantung anggaran, kenapa dapur lain tetap berjalan walau siswa libur,” jelasnya.
Ditegaskannya kembali, bahwa walau hari libur, yang pasti program tersebut tetap berjalan untuk memastikan gizi anak.
“Penting diketahui, bahwa program ini di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) dan tetap beroperasi selama libur semester,” ujarnya.
Ditambahkan Irawan, meskipun libur produksi makanan tetap berjalan untuk melayani penerima manfaat lain seperti ibu hamil, menyusui, dan balita jika siswa tidak mengambilnya.
“Anak anak terus mengecek informasi di sekolah melalui group group kelas masing masing, karena pembagiannya tetap ada walau libur sekolah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, bahwa dapur MBG SD Negeri 204 Palembang berlokasi didepan antara Lorong Mataram II dan Lorong Mataram III (Satu lingkup dengan Depot kayu), Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.
Awak media bersama tim akan terus memantau pendistribusian MBG di hari libur sekolah ini, disetiap dapur dapur yang ada. Karna pendistribusian MBG tersebut jelas ada anggarannya dari pusat untuk masing masing dapur. (RC/Tim)




















