Herman Deru: Anggaran Boleh Turun, Tapi Semangat Membangun Sumsel Tak Boleh Padam

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARcenter, Palembang – Meski Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 mengalami pemangkasan drastis hingga mencapai 39 persen, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan bahwa kondisi fiskal tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk menghentikan laju pembangunan di Bumi Sriwijaya.

Dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah (Rakor Pemda) yang digelar di Griya Agung, Senin (6/10/2025), Herman Deru menekankan pentingnya langkah-langkah adaptif dan sinergi lintas sektor agar program prioritas tetap berjalan sesuai target.

“Pembangunan kita tidak boleh stuck, tidak boleh stagnasi. Kita harus tetap bergerak dengan solusi yang cerdas dan kolaboratif,” tegasnya di hadapan para bupati dan wali kota se-Sumsel yang hadir secara langsung maupun diwakili.

TKD Sumsel Turun Tajam

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengungkapkan bahwa penurunan TKD Sumsel mencapai 39,38 persen.

Komponen Dana Bagi Hasil (DBH) turun hingga 71,7 persen dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik anjlok 83,6 persen. Hanya DAK Nonfisik yang naik sedikit sebesar 2,6 persen.

Rahmadi menjelaskan, meski alokasi dana dari pusat menurun, pemerintah daerah tetap dapat mengajukan pembiayaan untuk proyek-proyek fisik seperti pembangunan sekolah, irigasi, dan jalan melalui mekanisme langsung ke kementerian terkait.

“Kuncinya proaktif. Pemda harus menyiapkan data dan memperjuangkan kebutuhan daerah melalui strategi jemput bola,” ujarnya.

Herman Deru Dorong Optimalisasi PAD

Menanggapi situasi tersebut, Herman Deru meminta seluruh kepala daerah memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggali potensi baru dari sektor pajak serta badan usaha milik daerah (BUMD).

Ia menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan pajak kendaraan di Sumsel. Dari sekitar empat juta kendaraan, hanya satu juta yang membayar pajak.

“Kita harus tahu apa penyebabnya. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi juga kesadaran dan rasa memiliki terhadap pembangunan daerah,” ucapnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya pengawasan penggunaan anggaran agar tidak terjadi kebocoran.

Ia menginstruksikan sinergi antara APIP, Inspektorat, BPKP, dan BPK untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan.

Bupati-Bupati Siap Beradaptasi

Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penyesuaian dengan fokus pada peningkatan PAD.

“Kita harus sabar dan realistis. TKD berkurang, tapi tugas kita menjaga agar ekonomi tetap hidup dan kemiskinan berkurang. Semua sumber daya harus dikelola optimal,” ujarnya.

Bursah juga menyebutkan rencana pengembangan potensi minyak rakyat dan memastikan jalan umum tidak lagi dilalui truk batubara mulai Januari 2026.

Sementara itu, Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya pendataan pajak kendaraan bermotor secara rinci.

“Dari 300 ribu kendaraan, baru 90 ribu yang membayar pajak. Kami akan sisir satu per satu, bahkan melibatkan RT untuk pendataan,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali besaran pemangkasan anggaran agar tidak menghambat pembangunan daerah.

“Masyarakat tidak peduli soal efisiensi, yang mereka lihat adalah hasil nyata: jalan diperbaiki, rumah sakit dibangun. Maka kami di daerah harus tetap berjuang,” pungkas Edison.

(*Adi)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Pemerasan Dana Pendidikan APBN Di Banyuasin, Dua PPPK Diamankan
Dapur Indonesia Cerdas SPPG OI Tanjung Raja 1 Gelar Cek Kesehatan Seluruh Relawan
BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi
Pemkab Muba Dan PPSDM Minerba Cetak Operator Excavator Tersertifikasi, 15 Peserta Akan Dipilih
Dapat Dana Banpres Rp 15 Miliar, Pemkab Ogan Ilir Tegaskan All Out Tanggulangi Karhutla
Edi Rahmat: 340 Kejadian Karhutla Dapat Dikendalikan, Hasil Sinergi Petugas dan Dukungan Masyarakat Ogan Ilir
Rumah Warga Dibobol, Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ogan Ilir Bergerak dan Bekuk Dua Pelaku
Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon Di Lapas Pagar Alam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:46 WIB

Polda Sumsel Bongkar Dugaan Pemerasan Dana Pendidikan APBN Di Banyuasin, Dua PPPK Diamankan

Jumat, 18 September 2026 - 13:34 WIB

Dapur Indonesia Cerdas SPPG OI Tanjung Raja 1 Gelar Cek Kesehatan Seluruh Relawan

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIB

BNNP Sumsel Ringkus Jaringan Narkoba Malaysia–Palembang, Musnahkan Puluhan Kg Sabu Dan Ribuan Ektasi

Kamis, 17 September 2026 - 14:04 WIB

Pemkab Muba Dan PPSDM Minerba Cetak Operator Excavator Tersertifikasi, 15 Peserta Akan Dipilih

Rabu, 16 September 2026 - 20:20 WIB

Dapat Dana Banpres Rp 15 Miliar, Pemkab Ogan Ilir Tegaskan All Out Tanggulangi Karhutla

Berita Terbaru

Mandailing Natal

PETI di Belakang Kantor Bupati Madina, Tiga Warga Meregang Nyawa.

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:55 WIB