RADARCenter, OGAN ILIR — Polemik terkait mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang diketahui sedang digunakan oleh sebuah perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini menjadi sorotan utama masyarakat.
Di tengah kondisi kabut asap dan potensi kebakaran lahan yang masih terjadi di berbagai titik di Ogan Ilir, keberadaan armada penyelamat nyawa rakyat justru berada jauh di daerah lain, memicu kemarahan sekaligus kekhawatiran yang mendalam di kalangan warga maupun para wakil rakyat.
Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Edwin Cahya, langsung angkat bicara dengan nada yang sangat tegas. Ia mengecam keras kebijakan peminjaman aset vital milik daerah yang seharusnya siaga melindungi masyarakat, namun justru dialihkan untuk kepentingan operasional perusahaan swasta di wilayah lain.
“Mobil pemadam kebakaran adalah fasilitas pelayanan publik yang sangat vital dan harus senantiasa dalam kondisi siap siaga untuk digunakan kapan saja demi melindungi keselamatan dan harta benda masyarakat. Saya mengecam keras tindakan peminjaman aset ini untuk kepentingan perusahaan, karena hal tersebut secara langsung telah mengorbankan tingkat kesiapsiagaan daerah kita sendiri, terlebih saat ini kita masih berada di tengah musim rawan kebakaran hutan dan lahan yang cukup mengkhawatirkan,” tegas Edwin saat ditemui awak media, Senin (13/10/2026).
Edwin menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut prioritas pelayanan dasar kepada masyarakat. Tidak seharusnya kepentingan pihak lain diutamakan di atas keselamatan warga Ogan Ilir.
“Bayangkan saja, jangan sampai suatu saat warga kita di Ogan Ilir berteriak minta tolong karena kebakaran terjadi di lingkungannya, tetapi mobil damkar yang seharusnya datang secepat kilat justru tidak ada di tempatnya karena sedang digunakan untuk menjaga kebun perusahaan di Mesuji, Kabupaten OKI. Itu sungguh ironis dan tidak bisa kita biarkan terjadi,” tandasnya.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi Lubrex




















