*Rp1,5 Miliar* Proyek JIAT Di Sejaro Sakti Diduga Salah Sasaran, Dibangun Dilokasi Tanpa Lahan Persawahan

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, OGAN ILIR — Proyek pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, yang menelan anggaran sebesar Rp1,5 miliar, kini menjadi sorotan tajam di kalangan masyarakat setempat. Pasalnya, fasilitas yang diklaim dibangun untuk mendukung pengairan lahan persawahan justru berada di lokasi yang tidak memiliki areal pertanian padi.

Proyek yang tercatat dalam daftar kegiatan tahun anggaran 2025 ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: untuk kebutuhan siapa sebenarnya fasilitas ini dibangun?

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek tersebut tercatat sebagai Sumur JIAT Sejaro Sakti — OI 7, terletak di Dusun I Desa Sejaro Sakti, dengan titik koordinat 3°15’37.44″S, 104°38’4.92″E.

Secara administrasi, kegiatan ini merupakan pembinaan dari Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII.

Spesifikasi teknis tertulis di papan menunjukkan debit pompa 2 liter per detik dan debit sumur mencapai 4,20 liter per detik, dengan peruntukan resmi tertulis sebagai irigasi persawahan. Namun, kenyataan di lapangan tampak berbeda dengan dokumen perencanaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Sani salah satu warga yang lahannya berada tepat di sekitar bangunan JIAT, menyampaikan bahwa dilokasi tersebut tidak ada yang bertani padi.

“Di sekitar sini tidak ada yang bertani padi, Pak. Kami ini justru petani sayur,” kata Sani kepada awak media. Minggu (11/10/2026)

Selama ini lanjutnya, para petani sayur diwilayah tersebut mengandalkan sumur bor milik masing-masing untuk kebutuhan pengairan tanaman. Fasilitas JIAT yang telah dibangun itu jarang sekali digunakan.

“Kami lebih sering memanfaatkan air dari sumur sendiri untuk menyiram sayuran. Air dari JIAT ini baru sesekali kami gunakan,” tambahnya.

Bahkan lahan berumput yang berada di sekitar bangunan JIAT pun diakui belum pernah dijadikan lahan persawahan. Sani mengaku baru mengetahui bahwa proyek tersebut direncanakan untuk keperluan pengairan padi setelah melihat papan informasi dilokasi.

JIAT 5 Juga Bermasalah, Pipa Saluran Diduga Bocor di Beberapa Titik

Permasalahan ternyata tidak hanya terjadi pada JIAT OI 7. Unit JIAT 5 yang berlokasi di Dusun II Desa Sejaro Sakti dengan koordinat 3°16’1.20″S, 104°39’52.92″E juga menuai keluhan dari warga.

Meski sebelumnya disebutkan sudah dilakukan perbaikan, warga menilai penanganan yang dilakukan hanya terbatas pada pemindahan tegangan listrik dan pengecekan mesin pompa. Sementara saluran pipa yang tertanam di bawah tanah dikabarkan masih mengalami kebocoran di banyak titik.

“JIAT ini direncanakan untuk mengairi sawah seluas 10 hektare, tapi kenyataannya belum tentu cukup untuk satu hektare saja. Pipa yang ditanam bocor di mana-mana, terlihat jelas tanah di atasnya selalu basah dan ada yang tergenang air,” ungkap salah satu petani.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya kelemahan pada tahap perencanaan maupun pengawasan pelaksanaan proyek. Anggaran miliaran rupiah yang seharusnya bermanfaat meningkatkan ketersediaan air bagi petani, justru terkesan kurang tepat sasaran dan belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII selaku penanggung jawab proyek belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan di lapangan.

Pewarta : Emi

Editor     : Yopi Lubrex

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Fraksi PKS DPRD Ogan Ilir: Lampu Jalan yang Hilang Di Talang Kedodong Akan Segera Dipasang Kembali
Anak Kandung Di Ogan Ilir Tusuk Ayah Hingga Tewas, Awalnya Incar Kades yang Masih Sepupu
Dinas Pertanian Ogan Ilir Dukung IP200 RISE, Dorong Generasi Muda Aktif Di Sektor Pertanian Dan Pelestarian Lingkungan
Di Tengah Kabut Asap Melanda, DPC PKS Tanjung Raja bersama Anggota DPRD Ogan Ilir Eko Satria Asnan Bagikan Masker Gratis.
Polsek Indralaya Gelar Sanjo Kamtibmas Dan Berbagi Melalui Mobil Senyum Di Tanjung Pering
Warga Menunggu Kepastian, Pemkab PALI Disebut Tak Kunjung Tuntaskan Regulasi Kompensasi Seismik 3D
Dana BOK-BLUD Sarat Permainan, ” Serikat Pemuda – Masyarakat Mendesak Kadinkes Ogan Ilir Sidak Dan Evaluasi Seluruh Puskesmas
Istilah “Suara Bising” Di Unggahan Pejabat BPBD Ogan Ilir Dinilai Kurang Tepat

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:34 WIB

*Rp1,5 Miliar* Proyek JIAT Di Sejaro Sakti Diduga Salah Sasaran, Dibangun Dilokasi Tanpa Lahan Persawahan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Ketua Fraksi PKS DPRD Ogan Ilir: Lampu Jalan yang Hilang Di Talang Kedodong Akan Segera Dipasang Kembali

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Anak Kandung Di Ogan Ilir Tusuk Ayah Hingga Tewas, Awalnya Incar Kades yang Masih Sepupu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Dinas Pertanian Ogan Ilir Dukung IP200 RISE, Dorong Generasi Muda Aktif Di Sektor Pertanian Dan Pelestarian Lingkungan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Di Tengah Kabut Asap Melanda, DPC PKS Tanjung Raja bersama Anggota DPRD Ogan Ilir Eko Satria Asnan Bagikan Masker Gratis.

Berita Terbaru