Kisah Inspiratif Ir. Sutami “Menteri Termiskin” Dalam Sejarah Indonesia, Dipercaya Dua Presiden RI Karena Kejujuran Dan Dedikasinya

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RADARCenter, Nasional– Ir. Sutami adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik era Soekarno-Soeharto, yang dikenal sebagai menteri termiskin di Indonesia.

Selama 14 tahun menjabat, ia hidup sederhana, rumahnya pernah bocor, listrik pernah dicabut karena telat bayar, dan kesulitan biaya berobat, mencerminkan integritas tinggi di balik proyek besar seperti Jatiluhur.

Ir. Sutami sebagai menteri yang sangat dipercaya oleh Presiden Soekarno dan Soeharto karena kejujuran dan dedikasinya yang tinggi terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia.

Ia berperan besar dalam pembangunan berbagai infrastruktur penting, seperti:

● Simpang Semanggi, ikon Jakarta

● Gedung DPR/MPR, termasuk konsep kubah hijau khasnya

● Waduk Jatiluhur

● Bandara Ngurah Rai Bali

● Jembatan Ampera Palembang

Kalau kita melihat kemegahan Jembatan Semanggi, Gedung MPR/ DPR, atau Bendungan Jatiluhur. Ingatlah satu nama, lr. Sutami. Menteri Kesayangan dua Presiden Republik Indonesia (Soekarno & Soeharto). Menjabat selama 14 tahun (1964-1978)

Melalui tangannya, beton-beton raksasa berdiri kokoh menjadi ikon negara.Tapi siapa sangka, kehidupan pribadinya justru sangat rapuh.

Saat masih menjabat dihari Lebaran, tamu-tamu pejabat datang bertamu bersilaturahmi ke rumah dinasnya di Jalan lmam Bonjol. Tiba-tiba hujan deras turun. Para tamu kaget melihat air menetes deras ke ruang tamunya. Dengan santai, Pak Menteri mengambil ember untuk menampung air tersebut.

“Maaf ya, atapnya memang sudah
lama bocor, belum ada uang buat
benerin,” ucapnya saat itu sambil tersenyum.

Tamu tamu pejabat tersebut terdiam, Ini rumah seorang Menteri PU yang mengurus infrastruktur negara?

Kejujuran Sutami sebagai Menteri PU tak perlu diragukan lagi. Dikabarkan juga, pernah suatu ketika, rumah pribadinya di Solo mengalami gelap gulita. Bukan karena pemadaman bergilir. Tapi karena aliran listrik dirumahnya tersebut dicabut petugas PLN.

Alasannya sederhana: Karena Pak Menteri tersebut telat bavar tagihan, karena gajinya habis. Bayangkan, seorang Menteri Tenaga Listrik, tapi tak mampu beli setrum untuk dirinya sendiri.

Saat tubuhnya mulai digerogoti penyakit lever dan kurang gizi, Sutami enggan dibawa ke Rumah Sakit. Bukan karena takut jarum suntik. Tapi karena ia takut tak sanggup bayar biayanya.

Mendengar hal tersebut ,Presiden Soeharto sampai harus turun tangan meminta dokter kepresidenan untuk merawatnya.

la pun mulai baru mau dirawat setelah dipaksa dan dijamin pemerintah. Padahal, sebagai Menteri PU, Sutami memegang ribuan proyek basah. Tapi satu persen pun la tidak meminta fee dari kontraktor Jembatan Semanggi atau Bandara Ngurah Rai.

Dikabarkan juga, bahwa la pernah menolak pemberian mobil mewah dari pengusaha. Prinsifnya, la mengharamkan uang rakyat masuk ke kantong pribadinya, meski itu artinya ia harus hidup melarat.

Ketika pensiun tahun 1978, ia mengembalikan semua fasilitas negara. Mobil dinas dikembalikan dan rumah dinas ditinggalkan.

Setelah pensiun, Sutami baru bisa membeli rumah sederhana dengan cara mencicil dari uang pensiunnya yang tak seberapa. Rumah itu baru lunas tepat sebelum ia meninggal dunia pada tahun 1980.

Ir. Sutami tidak mewariskan tumpukan emas. Tapi, la mewariskan Jembatan yang lewati masyarakat setiap har. la mewariskan Gedung MPR tempat wakil rakyat bekerja.

Selain itu, ia juga mewariskan sebuah tamparan keras. Bahwa membangun negeri tak harus dengan cara mencuri.

Ini merupakan sebuah sikap langka untuk jabatan dengan kuasa sebesar itu.Terima kasih, Pak Sutami. Karyamu akan selalu abadi. (RC/Red)

Follow WhatsApp Channel www.radarcenter.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dunia Musik Berduka, Penyanyi Vidi Aldiano Tutup Usia Setelah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Kartu PBI Nonaktif? Ini Penjelasan, Cara Reaktivasi, dan Respons Pemerintah di BPJS Kesehatan
Truk Box Diduga Angkut BBM Ilegal dari Sumur Rakyat di Keban, Sejumlah Nama Disebut
Resmi Dilantik PP IPA Launching Program Student Entrepreneur Ketahanan Pangan Ikatan Pelajar Al Washliyah
Polri Fasilitasi Permodalan KUR Dan Penyerapan Bulog Bagi Petani Jagung
Tragis di Ngada: Siswa SD Negeri di NTT Tewas Gantung Diri, Orang Tua Kesulitan Lunasi Biaya Sekolah Rp 1,2 Juta
Fenomena Bendera One Piece Menjelang HUT RI ke-80, Kreativitas atau Kritik Sosial?
Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah, Sekjen Kemenag: Dukung Densus 88 Tangkap ASN Diduga Terlibat Terorisme

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:11 WIB

Kisah Inspiratif Ir. Sutami “Menteri Termiskin” Dalam Sejarah Indonesia, Dipercaya Dua Presiden RI Karena Kejujuran Dan Dedikasinya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dunia Musik Berduka, Penyanyi Vidi Aldiano Tutup Usia Setelah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:15 WIB

Kartu PBI Nonaktif? Ini Penjelasan, Cara Reaktivasi, dan Respons Pemerintah di BPJS Kesehatan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:40 WIB

Truk Box Diduga Angkut BBM Ilegal dari Sumur Rakyat di Keban, Sejumlah Nama Disebut

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:15 WIB

Resmi Dilantik PP IPA Launching Program Student Entrepreneur Ketahanan Pangan Ikatan Pelajar Al Washliyah

Berita Terbaru