RADARCenter, Ogan Ilir— Sebuah postingan dari salah satu Akun Media sosial tentang fasilitas makanan bergizi (MBG) menjadi viral dan menuai kontroversi di platform Fecebook.
Penyampaian pesan yang mengandung kata kata tidak pantas terhadap orang tua murid, yang di anggap tidak bersyukur membuat banyak pihak bereaksi bahkan menggingatkan pentingnya etika dalam berkominikasi.

Pihak media menghubungi beberapa wali murid yang menerima fasilitas tersebut dan sebagian besar menyampaikan rasa syukur sekaligus kekahwatiran .
“Kami sangat berterima kasih atas MBG yang membantu keluarga kami, tapi terkadang kami hanya ingin memberikan masukan ,agar kualitas dan variasi menu semangkin baik, bukan berarti kami tidak bersyukur,” kata salah seorang wali murid.
Ia melanjutkan, bahwa masukan dari masyarakat tersebut bukanlah beban melainkan bagian penting untuk meningkatkan kualitas program pemerintah.
“Semestinya, masukan dari kami selaku masyarakat penerima MBG itu dijadikan evaluasi yang lebih baik, bukan malah berkoar dimedsos seperti itu,” ungkapnya.
Diwaktu yang berbeda, Irawan Koordinator Forum Koalisi Pers Sumsel (FKP-SS) sangat menyayangkan adanya hal tersebut, apa lagi di medsos seperti itu, publik banyak yang membacanya.
“Kritikan warga semestinya dijadikan evaluasi untuk lebih baik lagi dalam menyajikan menu MBG, karna pemerintah pusat telah menganggarkan dana untuk MBG dengan biaya yang cukup besar,” pungkasnya.
Pewarta : Emi
Editor : Yopi




















