RADARCenter, Palembang– Hingga Januari 2026, wilayah Kecamatan Kertapati Kota Palembang, dikawasan Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, tetap menjadi salah satu titik rawan banjir kronis yang sering tergenang akibat curah hujan tinggi dan meluapnya air Sungai Musi.

Jalan jalan yang merupakan akses warga sehari hari diwilayah Rt 32 Rw 08 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati, banyak yang tenggelam.

Dampak dari banjir tersebut, kendaraan R2 warga banyak yang dititipkan ke rumah rumah keluarganya yang berada di dataran tinggi, karna akses menuju ke rumah mereka banyak yang tergenang banjir yang cukup tinggi.
“Terpaksa motor kami titip dengan dirumah keluarga dan tetangga yang berada di dataran tinggi, sebab kalau kami paksakan melewati jalan itu, sudah dapat dipastikan mesin motor kami pasti tenggelam,” kata Aman salah seorang warga kepada awak media. Senin (05/01/2026)
Disinggung apakah banjir tersebut terjadi setiap tahun, jawabnya tidak. “Banjir seperti ini terjadi tidak setap tahun, telah berapa tahun ini tidak pernah terjadi banjir seperti ini,” ucapnya.
“Banjir sebelumnya pernah melanda diwilayah sini, lebih besar dari ini, hampir semua jalan terendam air cukup tinggi. Semoga tahun ini tidak terjadi banjir seperti tahun yang sudah sudah,” ungkapnya.
Berikut adalah kondisi terkini terkait situasi banjir di kawasan tersebut:
Penyebab Utama: Genangan di Jalan Mataram umumnya dipicu oleh hujan deras terus-menerus yang menyebabkan air Sungai Musi meluap serta rendahnya dataran diwilayah tersebut.
Dalam beberapa kejadian signifikan, ketinggian banjir di Jalan Mataram Rt 32 dapat mencapai 50 cm, yang merendam baik akses jalan maupun perkarangan rumah warga disekitarnya.
Banjir di titik ini sering kali menyebabkan akses lalu lintas warga terganggu, karena adanya ancaman curah hujan ekstrem.
Bagi warga yang akan melintasi area Jembatan Kuning Kertapati, khususnya dibeberapa titik diwilayah Rt 32. Agar disarankan mencari jalur alternatif, jangan sampai terjebak dilokasi banjir tersebut.
Pewarta : Edi K
Editor ; Yopi




















